Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Balas Dendam ke Iran, Ditembak Jatuhnya Helikopter Apache Dibalas Serangan Besar ke Teheran!

        Amerika Balas Dendam ke Iran, Ditembak Jatuhnya Helikopter Apache Dibalas Serangan Besar ke Teheran! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki babak baru setelah Amerika Serikat (AS) resmi melancarkan serangan militer terhadap Iran. Langkah itu dilakukan sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan Selat Hormuz yang oleh Washington disebut akibat serangan Iran.

        Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS mulai melaksanakan serangan yang diklaim sebagai operasi pertahanan diri pada Selasa (10/6) sore waktu setempat. Operasi tersebut dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump.

        Baca Juga: 'Mereka Takut Diganti,' Prabowo Disebut Kunci Terungkapnya Korupsi Dadan Hindayana di MBG

        "Pasukan CENTCOM mulai meluncurkan serangan pertahanan diri terhadap Iran pada pukul 17.00 waktu Timur AS sebagai respons atas penembakan jatuh helikopter Apache Angkatan Darat AS sehari sebelumnya," tulis CENTCOM di X.

        Menurut militer AS, serangan tersebut merupakan respons yang disebut proporsional terhadap tindakan agresi Iran yang dianggap tidak dapat dibenarkan.

        Perkembangan ini menandai meningkatnya kembali eskalasi konflik di kawasan setelah sebelumnya Amerika Serikat dan Iran disebut tengah mengupayakan jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

        Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa sebuah helikopter Apache milik militer AS jatuh saat melakukan patroli di Selat Hormuz pada Senin malam. Trump menyebut Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

        "Saya baru saja diberi tahu oleh militer hebat kita bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache paling canggih milik Amerika Serikat saat sedang berpatroli di Selat Hormuz," ungkap Trump.

        Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan insiden tersebut berlalu tanpa respons.

        "Amerika Serikat harus memberikan tanggapan atas serangan ini," tegasnya.

        Meski demikian, laporan sejumlah media menyebut penyelidikan terkait penyebab pasti jatuhnya helikopter masih berlangsung. Namun indikasi awal mengarah pada keterlibatan drone Iran dalam insiden tersebut.

        Pihak berwenang juga masih menyelidiki apakah serangan itu memang secara sengaja menargetkan helikopter Apache atau terjadi akibat kesalahan identifikasi di lapangan.

        Di tengah meningkatnya ketegangan, militer AS mengungkapkan kedua pilot Apache berhasil diselamatkan dalam operasi yang disebut sebagai misi penyelamatan bersejarah. Untuk pertama kalinya, proses evakuasi dilakukan menggunakan kapal nirawak permukaan atau Unmanned Surface Vessel (USV).

        Namun keberhasilan penyelamatan itu tidak meredakan situasi. Sebaliknya, keputusan Washington untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran memunculkan kekhawatiran bahwa konflik yang sempat mereda kini kembali membara.

        Baca Juga: Piala Dunia 2026 Belum Dimulai, FIFA dan Amerika Sudah Dihantam Kontroversi Besar

        Dengan Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat aksi militer langsung, kawasan Timur Tengah berisiko menghadapi gelombang eskalasi baru yang dapat memengaruhi stabilitas regional, jalur perdagangan energi global, hingga keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: