Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang rebound pada perdagangan Kamis (30/7/2026), setelah ditutup melemah 0,64% ke level 6.091 pada Rabu (29/7/2026).
Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas, Kevin Juido Hutabarat mengatakan pelemahan IHSG sejalan dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar reguler yang mencapai sekitar Rp183 miliar.
Meski demikian, secara teknikal IHSG dinilai berpotensi menguat kembali dengan area support di level 6.087 dan 6.030, serta resistance di kisaran 6.110 hingga 6.170.
"Melihat kondisi tersebut, kami memproyeksikan IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini," tulis Kevin dalam risetnya.
BNI Sekuritas juga merekomendasikan enam saham yang layak dicermati, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
Baca Juga: OJK Soroti Isu PHK Massal, Emiten Diminta Transparan jika Kurangi Karyawan
Baca Juga: BEI Minta Investor Tenang usai Perry Warjiyo Mundur dari Kursi Gubernur BI
Baca Juga: Investor Asing Terus Kabur dari Bursa, Net Sell Tembus Rp94,88 Triliun Sepanjang 2026
Untuk strategi perdagangan, BNI Sekuritas menyarankan speculative buy pada:
- ENRG di area Rp1.210-1.225 per saham dengan target Rp1.250-1.270 per saham dan cut loss di bawah Rp1.200 per saham.
- MEDC di kisaran Rp1.220-1.230 per saham dengan target Rp1.250-1.290 per saham dan cut loss di bawah Rp1.210 per saham.
- AKRA pada level Rp1.440-1.465 per saham dengan target Rp1.480-1.510 per saham dan cut loss di bawah Rp1.440 per saham.
- ESSA di area Rp600-615 per saham dengan target Rp630-660 per saham dan cut loss di bawah Rp600 per saham.
- AADI pada kisaran Rp8.650-8.850 per saham dengan target Rp9.000-9.100 per saham dan cut loss di bawah Rp8.500 per saham.
- ISAT di level Rp1.880-1.900 per saham dengan target Rp1.920-1.950 per saham dan cut loss di bawah Rp1.860 per saham.
Dia menilai pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi sentimen investor terhadap arus dana asing serta peluang terjadinya pemulihan teknikal setelah koreksi pada sesi sebelumnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: