Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Nanti Dibilang Pilih Kasih', Prabowo Perintahkan Semua Siswa Diberi MBG, Kecuali...

'Nanti Dibilang Pilih Kasih', Prabowo Perintahkan Semua Siswa Diberi MBG, Kecuali... Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah berencana melakukan penyesuaian terhadap sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski akan ada proses refocusing, Presiden Prabowo Subianto disebut tetap menginginkan seluruh siswa memperoleh program tersebut agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Menurutnya, pengecualian hanya berlaku bagi siswa yang memang secara sukarela memilih tidak menerima MBG.

"Refocusing penerima manfaat. Karena perintah Bapak Presiden, semua dikasih, kecuali tidak mau. Karena kalau kita nggak kasih, nanti dibilang pemerintah pilih kasih, tidak adil. Semua dikasih, tapi kecuali yang tidak mau," kata Zulhas di kantornya, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Nasib 13 Ribu SPPG Menggantung, Zulhas Minta Stop Demo MBG: Gak Usah Datang Lagi

Zulhas menjelaskan, siswa dari keluarga mampu tetap akan memperoleh kesempatan menerima MBG. Namun, apabila mereka merasa tidak membutuhkan karena sudah memiliki asupan gizi yang memadai, mereka dipersilakan untuk tidak mengikuti program tersebut.

"Misalnya SMA-SMA yang bagus, yang sudah sarapannya bagus, kalau dia nggak mau, nggak apa-apa. Tapi bukan berarti pemerintah tidak ngasih, tidak. Tapi memang itu bagian dari anak-anak kita yang sudah merasa cukup dan sudah punya kemampuan," ujarnya.

Dengan skema tersebut, pemerintah menegaskan tidak ada kelompok siswa yang sengaja dikeluarkan dari daftar penerima manfaat. Keputusan untuk tidak menerima MBG pun sepenuhnya berada di tangan masing-masing siswa.

Baca Juga: MBG Diklaim Boros Rp10,5 Triliun per Tahun, Bos BGN Angkat Tangan: Saya Gak Ada...

Selain membahas penerima manfaat, Zulhas juga memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap berbagai aturan yang selama ini dinilai menghambat pelaksanaan program MBG.

Kepala BGN Sudaryono pun ditargetkan mampu menuntaskan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG dalam waktu sekitar satu bulan.

"MBG ini sebetulnya sudah ada 17 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk ikut serta membantu. Maka tadi semua senang dengan Kepala BGN yang baru, terbuka, hatinya lapang, komunikasinya lancar," ungkap Zulhas.

Langkah refocusing ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyempurnakan implementasi MBG, sekaligus memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi prinsip pemerataan bagi seluruh siswa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri