Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Dinilai jadi Kunci Arah Baru Ekonomi Indonesia

        Purbaya Dinilai jadi Kunci Arah Baru Ekonomi Indonesia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Perhimpunan Gerilyawan Nusantara, Indra J. Piliang, menilai Indonesia tengah memasuki fase perubahan besar dalam paradigma pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, keberlanjutan arah transformasi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga masa depan perekonomian nasional di tengah berbagai tantangan global.

        Dalam Forum Ekonom Konstitusi bertajuk Masa Depan Rupiah dan Paradigma Baru, Indra mengingatkan bahwa pergantian figur yang berperan dalam perumusan kebijakan ekonomi berpotensi memengaruhi arah transformasi yang sedang dibangun pemerintah. Ia menilai perhatian utama seharusnya tidak hanya tertuju pada sosok individu, melainkan pada paradigma ekonomi yang tengah diperjuangkan.

        Indra mengawali paparannya dengan menceritakan pengalaman saat menjadi bagian dari tim ekonomi Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai keterkaitan antara kebijakan ekonomi, politik, dan tata kelola pemerintahan.

        Ia menilai pemerintahan Gus Dur berupaya menjaga pengelolaan ekonomi secara hati-hati sembari menerapkan pendekatan politik yang terbuka. Kombinasi tersebut, kata Indra, menjadi pelajaran penting dalam melihat hubungan antara kebijakan ekonomi dan arah pembangunan nasional.

        Dalam forum tersebut, Indra juga mengulas konsep ekonomi konstitusi dengan mengutip pemikiran Ketua Mahkamah Konstitusi pertama, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie. Menurutnya, terdapat berbagai model negara dalam menempatkan kebijakan ekonomi di dalam konstitusi dan sistem pemerintahannya.

        Ia menjelaskan bahwa negara-negara liberal-kapitalis seperti Amerika Serikat dan Australia tidak mengatur arah ekonomi secara rinci dalam konstitusi. Kondisi tersebut membuat kebijakan ekonomi sangat dipengaruhi oleh orientasi politik pemerintahan yang sedang berkuasa.

        Sebaliknya, Indra menyoroti model negara yang memasukkan pengelolaan sumber daya alam, tanah, air, dan lingkungan hidup ke dalam konstitusi. Salah satu contoh yang disebutnya adalah China, yang tetap mempertahankan kendali negara atas tanah sambil membuka ruang bagi aktivitas ekonomi sektor swasta.

        Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan negara mengendalikan aset strategis tanpa menghilangkan insentif investasi. Dengan demikian, pembangunan ekonomi dapat diarahkan secara lebih terencana dan selaras dengan kepentingan nasional.

        Selain membahas konsep ekonomi konstitusi, Indra menilai Indonesia saat ini menghadapi tantangan berupa kecenderungan overregulasi. Ia menilai terlalu banyak aturan yang diterbitkan tanpa fokus yang jelas berpotensi mengurangi efektivitas tata kelola ekonomi dan menciptakan ketidakpastian bagi pelaksanaan kebijakan.

        "Overregulasi menjadi salah satu gejala yang harus diwaspadai karena dapat menghambat efektivitas kebijakan dan menciptakan ketidakpastian," kata Indra.

        Dalam kesempatan yang sama, Indra memberikan perhatian khusus terhadap peran Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, Purbaya merupakan representasi dari paradigma pembangunan ekonomi baru yang sedang dijalankan pemerintah.

        Ia melihat adanya upaya untuk memperkuat kembali peran negara dalam sektor-sektor strategis yang selama ini lebih banyak diserahkan kepada mekanisme pasar. Dalam pandangannya, arah kebijakan tersebut mencerminkan perubahan pendekatan pembangunan ekonomi nasional.

        Indra menilai pemerintah mulai menunjukkan keberanian untuk meningkatkan peran negara dalam sektor strategis, termasuk energi, minyak dan gas bumi, serta pertambangan. Langkah tersebut dinilai penting agar pemanfaatan sumber daya nasional dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

        Selain itu, ia menekankan pentingnya persiapan transisi menuju energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang. Menurutnya, ketergantungan terhadap energi fosil tidak dapat dipertahankan terus-menerus seiring pergeseran tren global menuju ekonomi hijau.

        Baca Juga: Purbaya Respons Sherly Tjoanda dan Puluhan Pemda Tak Bisa Bayar PPPK, Mendagri: Jangan Nyerah Dulu

        Indra menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi panas bumi dan berbagai sumber energi alternatif lainnya. Potensi tersebut, menurutnya, perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional yang berorientasi pada penguatan kemandirian ekonomi.

        Karena itu, ia berharap paradigma ekonomi yang sedang dibangun pemerintah dapat terus dijaga konsistensinya. Menurutnya, kesinambungan arah transformasi ekonomi akan menjadi kunci bagi Indonesia dalam memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: