Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Efek Perang Iran-Amerika, Sejumlah Negara Dibidik Jadi Pemasok Minyak ke Indonesia

        Efek Perang Iran-Amerika, Sejumlah Negara Dibidik Jadi Pemasok Minyak ke Indonesia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan strategi jangka panjang untuk menghadapi kemungkinan berkepanjangannya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi terus mengganggu jalur energi global.

        Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengungkapkan Indonesia saat ini secara aktif mengalihkan sumber pasokan minyak ke kawasan yang tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz, yang kembali menjadi titik panas akibat eskalasi militer di Timur Tengah.

        Baca Juga: Tanda Amerika Sudah Frustrasi dengan Iran, Taktik Era Perang Vietnam Kembali Dipakai Trump

        Menurut Havas, langkah diversifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi ketahanan energi nasional agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak geopolitik di kawasan Teluk.

        "Strategi kita sekarang adalah mendapatkan pasokan dari kawasan yang tidak memerlukan lewat Hormuz," ujar Havas, dikutip Jumat (12/6).

        Ia menyebut Indonesia telah memperkuat kerja sama energi dengan sejumlah negara Afrika seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola. Negara-negara tersebut kini menjadi sumber alternatif pasokan minyak yang dinilai lebih aman dari dampak konflik Timur Tengah.

        Tak hanya Afrika, pemerintah juga mulai memperluas pencarian sumber energi ke kawasan Amerika Latin.

        Havas mengungkapkan Indonesia baru memperoleh izin untuk kembali mengoperasikan aset migas di Venezuela. Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki peluang investasi dan kerja sama energi dengan sejumlah negara lain di kawasan tersebut.

        Langkah ini dinilai penting mengingat situasi Selat Hormuz semakin tidak menentu setelah Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut menyusul meningkatnya konfrontasi dengan Amerika Serikat.

        Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur energi terpenting dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak dari negara-negara Teluk ke pasar global. Gangguan di kawasan itu berpotensi memicu lonjakan harga energi internasional.

        Meski telah menyiapkan jalur alternatif, pemerintah tetap memantau perkembangan makroekonomi global yang bisa terdampak perang dan gangguan distribusi energi.

        Menurut Havas, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor migas, tetapi juga industri lain seperti petrokimia, plastik, hingga pupuk yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi dunia.

        "Ini berdampak global, bukan hanya pada satu kawasan tertentu," katanya.

        Baca Juga: Teheran Sampai Memohon, Amerika Serikat Luncurkan Puluhan Rudal Tomahawk ke Iran

        Dengan memperluas sumber pasokan dari Afrika dan Amerika Latin, pemerintah berharap Indonesia memiliki ruang manuver lebih besar apabila konflik AS-Iran berlangsung lebih lama dan terus mengganggu perdagangan energi internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: