Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat (12/6) di zona hijau. Berdasarkan data RTI pada pukul 09.00 WIB, IHSG langsung menguat 71,405 poin atau 1,21% ke level 5.957,438.
Sejak pembukaan, IHSG bergerak di kisaran 5.952,852 hingga 5.966,247, dengan level pembukaan berada di 5.960,415.
Aktivitas perdagangan pagi mencatat volume transaksi mencapai sekitar 611,18 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp623,5 miliar.
Pergerakan pasar juga didominasi saham yang menguat, dengan 331 saham naik, 78 saham melemah, dan 205 saham stagnan.
Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, secara teknikal pergerakan IHSG diperkirakan menguat terbatas setelah pola bearish doji star candle terbentuk. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, namun volume menurun.
"Setelah sempat mengalami penguatan signifikan di tengah pekan, sebagian pelaku pasar memanfaatkan momentum ini untuk melakukan likuidasi jangka pendek demi mengamankan profit," kata Nafan.
Adapun nilai tukar Rupiah yang kembali melemah 0,25% pada level Rp 17.988,5 per dolar AS tetap harus diwaspadai. Apalagi hasil perilisan data Producer Price Index (PPI) AS YoY periode Mei 2026 menunjukkan angka yang kembali memanas pada 6,5% dari revisi April 2026 pada 5,7% dan melampaui ekspektasi pasar pada 6,4%.
Baca Juga: Sempat Dibuka Merah, IHSG Balik Arah ke Zona Hijau dengan 329 Saham Menguat
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Maka dari itu, ekspektasi pemangkasan Fed Rate pada tahun ini menjadi semakin tertunda. Adapun keputusan Fed Rate pertama di bawah kepemimpinan ketua baru Kevin Warsh akan diumumkan pada minggu depan.
Meskipun demikian, sentimen positif bagi market kembali mengemuka ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan telah tercapai antara AS dengan Iran dalam bentuk dokumen final yang akan segera ditandatangani di Eropa, kemungkinan pada akhir pekan ini.
"Dengan demikian, Selat Hormuz akan dibuka kembali segera setelah penandatanganan dokumen final tersebut, sementara blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran akan dicabut," ungkap dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: