Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Kita Saksikan Perubahan Besar,' Ini Tanda Jelas Akhir Perang Iran-Amerika Sudah di Depan Mata

        'Kita Saksikan Perubahan Besar,' Ini Tanda Jelas Akhir Perang Iran-Amerika Sudah di Depan Mata Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perubahan drastis strategi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam sepekan terakhir menjadi sorotan pengamat internasional. Dari semula mendorong deeskalasi konflik, Washington tiba-tiba beralih ke serangan militer langsung yang kemudian diikuti percepatan negosiasi damai.

        Pengamat Hubungan Internasional dari University of South Florida, Arman Mahmoudian menilai perubahan tersebut mengirim pesan jelas kepada Iran bahwa situasi tanpa kepastian tidak lagi bisa dipertahankan.

        Baca Juga: 'Kami Bukan Raja Dunia,' FIFA Angkat Tangan Soal Kelakuan Amerika ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026

        Menurutnya, Amerika Serikat sengaja mengubah pendekatan untuk memaksa Teheran mengambil keputusan besar mengenai masa depan konflik yang selama ini berlangsung dalam kondisi setengah perang dan setengah damai.

        "Kita menyaksikan perubahan perilaku yang sangat besar," kata Mahmoudian, dikutip dariĀ Al Jazeera, Jumat (12/6).

        Ia menjelaskan bahwa pada 7 Juni lalu Amerika Serikat masih berupaya menahan Israel agar tidak melancarkan serangan tambahan terhadap Iran. Namun hanya berselang beberapa hari, Washington justru ikut melancarkan serangan langsung terhadap target-target Iran.

        "Pada 9 Juni Amerika menyerang Iran, lalu pada 10 Juni kembali melakukan serangan. Ada perubahan diplomasi yang sangat besar dalam waktu kurang dari satu minggu," ujarnya.

        Mahmoudian menilai perubahan cepat tersebut menunjukkan bahwa status quo yang selama ini terjadi tidak lagi dianggap berkelanjutan oleh Washington. Menurut dia, Amerika Serikat ingin mengakhiri fase ketidakpastian yang selama ini mewarnai hubungan kedua negara.

        "Situasi saat ini, tidak perang tetapi juga tidak damai, tidak bisa dipertahankan lagi. Entah akan berujung menjadi perang atau menghasilkan sebuah kesepakatan. Tidak ada pilihan ketiga," tegasnya.

        Ia meyakini para pemimpin Iran memahami pesan tersebut setelah melihat perubahan sikap Amerika yang begitu cepat.

        Analisis itu muncul di tengah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kesepakatan dengan Iran kini sudah hampir selesai.

        Trump menyatakan para negosiator telah mencapai terobosan penting dan saat ini hanya menyelesaikan tahap akhir dokumen sebelum penandatanganan resmi.

        "Kami baru saja mencapai penyelesaian besar atas perang dengan Iran. Dokumen-dokumennya sudah berada dalam tahap yang sangat final," kata Trump.

        Menurut Trump, kesepakatan tersebut akan memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir, yang disebutnya sebagai tujuan utama tekanan politik dan militer Washington terhadap Teheran selama ini.

        Ia juga menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka secara normal setelah kesepakatan diteken, sehingga dapat meredakan ketegangan yang selama berminggu-minggu mengguncang pasar energi global.

        Trump bahkan mengungkapkan penandatanganan perjanjian berpotensi berlangsung di Eropa dalam beberapa hari ke depan dengan kehadiran Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance.

        Jika kesepakatan benar-benar tercapai, maka perubahan taktik Amerika dalam beberapa hari terakhir akan dipandang sebagai bagian dari strategi tekanan maksimum yang bertujuan memaksa Iran menerima syarat-syarat yang diinginkan Washington.

        Baca Juga: 'Mereka Mengecewakan Kami,' Amerika Serikat Ditipu Terang-terangan Militan Kurdi dalam Perang Iran

        Di sisi lain, jika negosiasi gagal, pernyataan para pengamat menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah berpotensi kembali bergerak menuju konfrontasi yang lebih luas. Bagi Iran, pesan yang dikirim Amerika dinilai semakin jelas: menerima kesepakatan atau menghadapi risiko eskalasi yang lebih besar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: