Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Kami Bukan Raja Dunia,' FIFA Angkat Tangan Soal Kelakuan Amerika ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026

'Kami Bukan Raja Dunia,' FIFA Angkat Tangan Soal Kelakuan Amerika ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya buka suara terkait gelombang kritik yang menghantam organisasi sepak bola dunia itu menjelang Piala Dunia 2026. Di tengah polemik pembatasan masuk terhadap warga Iran dan sejumlah negara lain oleh Amerika Serikat, Infantino menegaskan FIFA tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur kebijakan sebuah negara.

Menurut Infantino, banyak pihak menuntut FIFA bertindak lebih jauh terhadap berbagai kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang dinilai menghambat partisipasi sejumlah negara peserta. Namun ia menegaskan ada batas kewenangan yang tidak bisa dilampaui FIFA.

Baca Juga: 'Teheran Baru Sadar,' Amerika Klaim Tiap Malam Selundupkan Tanker Minyak Lewati Blokade Iran

"Kami tidak hidup di bulan, kami hidup di planet Bumi. Kami harus menghormati bahwa kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat kepolisian," kata Infantino, dikutip Kamis (11/6).

Komentar tersebut muncul setelah berbagai kontroversi membayangi persiapan turnamen, mulai dari larangan perjalanan terhadap warga beberapa negara peserta, masalah visa, hingga ditolaknya wasit asal Somalia Omar Abdulkadir Artan saat tiba di Miami.

Situasi Iran menjadi salah satu sorotan terbesar menjelang turnamen. Negara Timur Tengah itu saat ini berada dalam konflik terbuka dengan Amerika Serikat, yang merupakan tuan rumah utama Piala Dunia 2026 dengan menggelar 78 dari total 104 pertandingan.

Selain menghadapi berbagai kendala visa, sejumlah staf dan ofisial Iran juga dilaporkan tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. Timnas Iran bahkan terpaksa memindahkan pusat latihan mereka ke Meksiko sebelum turnamen dimulai.

Meski demikian, Infantino mengklaim FIFA telah bekerja keras memastikan Iran tetap bisa tampil di Piala Dunia. Ia mengungkapkan pernah bertemu langsung dengan tim nasional Iran di Turki beberapa bulan lalu ketika banyak pihak meragukan keikutsertaan mereka dalam turnamen.

"Saya mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan datang dan bermain. Jika perlu saya sendiri yang naik bus ke Iran dan mengantar mereka ke sini," ujar Infantino.

Presiden FIFA itu bahkan menyebut kehadiran Iran di Piala Dunia merupakan salah satu pencapaian besar organisasinya di tengah situasi geopolitik yang sangat rumit.

"Saya tidak tahu siapa lagi yang dalam situasi seperti ini bisa memastikan Iran tetap datang dan bermain," katanya.

Infantino juga membela hak Amerika Serikat untuk menentukan siapa yang boleh memasuki wilayah negaranya. Ia menilai FIFA tidak memiliki hak untuk mendikte pemerintah suatu negara terkait kebijakan perbatasan dan keamanan nasional.

"Apakah Anda menganggap normal jika FIFA mendikte pemerintah Inggris tentang siapa yang boleh masuk ke negaranya? Tentu tidak," ujarnya.

Menurut Infantino, faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ajang olahraga global.

"Sayangnya kita hidup di dunia yang agresif dan keamanan berada di atas segalanya," tambahnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa FIFA tidak akan melakukan konfrontasi terbuka terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat meskipun mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang sebelumnya meminta Washington meninjau ulang sejumlah pembatasan menjelang Piala Dunia.

Selain isu Iran, Infantino juga membela berbagai kebijakan FIFA yang menuai kritik, termasuk soal harga tiket yang dinilai terlalu mahal. Ia berargumen bahwa tingginya harga tiket diperlukan untuk mencegah praktik penjualan ilegal di pasar gelap sekaligus mendanai pengembangan sepak bola di negara-negara berkembang.

Hingga menjelang pembukaan turnamen, FIFA mengklaim telah menjual lebih dari enam juta tiket dengan tingkat permintaan yang disebut mencapai lebih dari sepuluh kali lipat dibanding ketersediaan.

Di akhir konferensi persnya, Infantino kembali meminta publik untuk tidak terburu-buru menghakimi FIFA atas berbagai persoalan yang muncul menjelang turnamen.

Baca Juga: 'Salah dari 90-an,' Prabowo Tegaskan Ingin Koreksi Arah Gerak Bangsa Indonesia

"Saya tidak mengatakan duduk diam dan tidak melakukan apa-apa. Saya hanya meminta semua orang percaya bahwa kami terus berusaha mencari solusi. Kadang berhasil, kadang tidak," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar