Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Situasi Selat Hormuz Masih Tak Jelas, Afrika Jadi Alternatif Sumber Minyak Indonesia

        Situasi Selat Hormuz Masih Tak Jelas, Afrika Jadi Alternatif Sumber Minyak Indonesia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan sejumlah negara di Afrika sebagai sumber alternatif pasokan minyak guna mengantisipasi dampak gejolak energi akibat ketegangan yang kembali terjadi di Selat Hormuz.

        Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan pemerintah saat ini mengintensifkan kerja sama dengan sejumlah negara penghasil minyak di Afrika, seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga tanpa bergantung pada jalur distribusi yang melewati Selat Hormuz.

        Menurut Havas, strategi Indonesia saat ini adalah memperoleh pasokan minyak dari kawasan yang tidak terdampak langsung oleh penutupan atau gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Dalam konteks tersebut, Afrika dinilai menjadi salah satu kawasan yang paling potensial untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

        Ia menjelaskan bahwa Indonesia selama ini telah menerima pasokan minyak dari sejumlah negara Afrika dan hingga kini pasokan tersebut berjalan dengan baik. Karena itu, kerja sama dengan negara-negara di benua tersebut terus dioptimalkan sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber energi.

        Selain memperkuat kerja sama dengan Afrika, pemerintah juga mulai menjajaki peluang impor minyak dari negara-negara produsen minyak dan gas di kawasan Amerika Latin. Menurut Havas, hampir seluruh negara di kawasan tersebut memiliki potensi sumber daya migas yang dapat menjadi alternatif bagi Indonesia.

        Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron juga menyampaikan bahwa Afrika menjadi salah satu alternatif sumber energi yang dipertimbangkan pemerintah dan Pertamina di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan dari kawasan Timur Tengah.

        Baron menjelaskan langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah untuk mencari sumber minyak mentah alternatif selama Selat Hormuz masih terdampak konflik dan ketegangan geopolitik. Pertamina bersama pemerintah terus mengupayakan diversifikasi sumber pasokan energi guna menjaga ketahanan energi nasional.

        Baca Juga: Prabowo Telepon PM Belanda Bahas Selat Hormuz

        Di sisi lain, Pertamina juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bagi masyarakat serta sektor industri tetap terjaga. Upaya pencarian sumber impor alternatif semakin penting mengingat pemerintah mencatat sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini dikirim melalui Selat Hormuz.

        Diversifikasi sumber pasokan minyak juga menjadi perhatian setelah dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz akibat situasi keamanan di wilayah tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: