Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemkab Sumedang Pakai AI untuk Layani Masyarakat

        Pemkab Sumedang Pakai AI untuk Layani Masyarakat Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk mempercepat digitalisasi birokrasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi. Langkah tersebut menjadi tahap lanjutan dari transformasi digital yang telah dibangun daerah itu dalam beberapa tahun terakhir.

        Dikutip dari ANTARA, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan pemanfaatan AI difokuskan untuk membantu pemerintah membaca data, mengidentifikasi persoalan, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan secara lebih cepat dan akurat.

        Menurut Dony, penerapan AI diarahkan untuk memperkuat analisis data, mendukung perumusan kebijakan, dan mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja birokrasi sehingga pelayanan publik menjadi lebih responsif.

        Ia menegaskan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai perangkat pendukung, melainkan instrumen untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, tepat, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

        Pemanfaatan AI di Sumedang didukung oleh ekosistem digital yang telah dibangun melalui program Sumedang Connected. Program tersebut menghubungkan 26 kecamatan dan 270 desa dalam satu sistem layanan terintegrasi yang menjadi fondasi pengelolaan data pemerintahan.

        Infrastruktur digital itu juga diperkuat dengan keberadaan command center, dashboard lintas perangkat daerah, serta sistem pelaporan publik berbasis data real time untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih presisi.

        Baca Juga: SPMB Jabar 2026 Dihujani Keluhan, Gangguan Server Picu Kepanikan Orang Tua

        Dalam implementasinya, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah mengembangkan sejumlah aplikasi terintegrasi, antara lain Tahu Sumedang, WAKEPO, SIX, Simpati Jitu, e-Office, hingga layanan berbasis web yang mendukung berbagai sektor pelayanan publik. Seluruh aplikasi tersebut dirancang dengan prinsip integrasi agar layanan menjadi lebih sederhana dan efisien.

        Percepatan digitalisasi yang dilakukan Sumedang turut tercermin dari peningkatan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Nilai indeks SPBE daerah itu naik dari 4,14 pada 2023 menjadi 4,69 pada 2024, kemudian meningkat lagi menjadi 4,72 pada 2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: