Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ringankan Beban Pengrajin Tempe, Pemerintah Resmi Beri Subsidi Kedelai Impor Rp2.000 per Kilogram

        Ringankan Beban Pengrajin Tempe, Pemerintah Resmi Beri Subsidi Kedelai Impor Rp2.000 per Kilogram Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelombang protes dari pengrajin tahu dan tempe akibat meroketnya modal bahan baku akhirnya direspons sigap oleh pemerintah. Otoritas negara resmi merilis bantuan dana potongan harga untuk menyelamatkan industri kerakyatan tersebut dari ancaman gulung tikar.

        Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan lonjakan modal produksi tersebut diakui tidak lepas dari besarnya ketergantungan pasokan kedelai dari pasokan impor.  

        "Ya, jadi kedelai ini memang impor, hampir semuanya impor, dan kebanyakan dari Amerika," jelas Budi kepada awak media, Jumat (12/6/2026).

        Menteri Perdagangan memaparkan bahwa keputusan pemberian subsidi ini merupakan buah dari diskusi panjang bersama para menteri ekonomi.

        "Kemarin hari Selasa sudah diputuskan rapat yang dipimpin oleh Bapak Menko bidang pangan, Pak Zulhas, dan diputuskan untuk kedelai akan mendapatkan subsidi Rp2.000 per kilo," ungkap Budi Santoso.

        Lebih lanjut, kapasitas bantuan awal ini diproyeksikan bakal menutupi biaya selisih harga ratusan ribu ton komoditas yang masuk ke dalam negeri.

        "Jadi nanti tahap pertama yang disubsidi itu sebanyak 250.000 ton, ya, dari produk impor tadi," terang Budi.

        Pemerintah menyadari bahwa faktor gejolak geopolitik global menjadi kambing hitam utama atas melonjaknya beban biaya rantai logistik internasional ini.

        "Nah, ini tujuannya adalah untuk meringankan harga yang semakin tinggi karena imbas pasar global karena perang, ya, sehingga nanti pengrajin tetap bisa memproduksi tempenya sesuai harga yang ada sekarang," tutur Budi.

        Sebelumnya, batas aman harga komoditas kedelai di pasaran dipastikan masih terkendali di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan negara. Pemerintah mematok batas maksimal harga jual komoditas tersebut di tingkat konsumen tidak boleh melebihi Rp 12.000 per kilogram.

        Baca Juga: Pedagang Tahu-Tempe Tertekan, Pemerintah Pilih Jaga Rupiah Ketimbang Beri Bantuan

        Baca Juga: ​Mendag Budi Santoso Buka Suara Soal Harga Tempe-Tahu di Tengah Pelemahan Rupiah

        Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah berupaya menjaga kestabilan harga kedelai untuk keberlangsungan usaha perajin tahu dan tempe. Meski dirinya tak menafikan, pasokan kedelai di Indonesia masih didominasi importir, Amran pun memberikan peringatan apabila ditemukan terdapat pengaturan harga melebihi HAP.

        "Tolong kepeduliannya di saat kondisi seperti sekarang, karena anda sudah untung puluhan tahun. Jangan tidak peduli pada Merah Putih, pada rakyat Indonesia. Kalau aku dapat (pelanggaran), aku pastikan izinnya aku cabut dan aku tidak beri rekomendasi impor lagi," jelas Amran seperti dikutip dalam keterangan pers Bapanas, Rabu (10/6/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: