Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Terbang 7,38% dalam Sepekan, Bos Danantara Buka Kartu

        IHSG Terbang 7,38% dalam Sepekan, Bos Danantara Buka Kartu Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Danantara Indonesia menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja perusahaan-perusahaan nasional.

        IHSG selama sepekan pada periode 8-13 Juni 2026 ditutup menguat 7,38% ke level 6.007,656 dari posisi 5.594,765 pada pekan sebelumnya.

        Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengatakan apresiasi pasar modal tersebut menunjukkan investor semakin melihat potensi jangka panjang Indonesia yang ditopang kondisi fundamental yang solid.

        “Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” ujar Dony usai flag off BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu (14/6/2026).

        Menurut Dony, pergerakan pasar dalam jangka pendek memang dapat dipengaruhi berbagai sentimen. Namun, pada akhirnya investor akan kembali menilai kekuatan fundamental ekonomi nasional maupun kinerja perusahaan.

        “Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” tuturnya.

        Ia menambahkan, perusahaan-perusahaan nasional, khususnya badan usaha milik negara (BUMN), masih memiliki fundamental yang kuat di berbagai sektor strategis. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan nilai perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan investor.

        “Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” jelasnya.

        Terkait aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan BUMN, Dony menilai langkah tersebut merupakan mekanisme bisnis yang wajar apabila harga saham dinilai belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

        Baca Juga: IHSG Sepekan Melesat 7,38%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.524 Triliun

        Baca Juga: IHSG Melonjak 2,5% Balik ke Level 6.033, 645 Saham Berakhir di Zona Hijau

        Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” katanya.

        Dony optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan semakin kuat seiring solidnya fundamental ekonomi nasional dan transformasi yang terus dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN.

        “Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan,” ucapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: