Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jelang Lawan Selandia Baru, Timnas Iran Masih Dibuat 'Pincang' Amerika di Piala Dunia 2026

        Jelang Lawan Selandia Baru, Timnas Iran Masih Dibuat 'Pincang' Amerika di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Persiapan Timnas Iran menghadapi Selandia Baru pada laga perdana Piala Dunia 2026 masih dibayangi dampak konflik dengan Amerika Serikat (AS). Menjelang pertandingan di Los Angeles, skuad Team Melli terpaksa tampil dalam kondisi pincang setelah 11 anggota delegasinya dipastikan tidak mendapat izin masuk ke Amerika Serikat.

        Penolakan visa tersebut membuat Iran kehilangan sejumlah personel penting di luar lapangan, mulai dari petinggi federasi, administrator tim, petugas media, hingga petugas keamanan. Kondisi ini menjadi pukulan tersendiri bagi Iran yang sejak awal telah memindahkan markas Piala Dunia mereka ke Meksiko karena kekhawatiran terkait perang dengan Amerika Serikat.

        Baca Juga: Giveaway Tiket Piala Dunia, Presiden Pilih Nobar Bersama Rakyat Ketimbang Nonton Langsung di Amerika

        Dari total 15 anggota delegasi yang sebelumnya ditolak masuk ke AS, hanya empat orang yang berhasil memenangkan banding dan memperoleh visa. Mereka terdiri dari seorang analis tim serta dua pejabat dari departemen internasional federasi sepak bola Iran.

        Sementara enam pemohon lainnya kembali ditolak. Mereka meliputi Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj, salah satu wakil presiden federasi, dua administrator tim yang bertanggung jawab terhadap operasional harian, seorang petugas media, dan petugas keamanan tim. Satu petugas media lainnya bahkan memilih tidak mengajukan banding setelah penolakan pertama.

        Situasi ini membuat Iran harus menjalani Piala Dunia dengan dukungan operasional yang terbatas. Padahal, Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni sebelum kembali ke kota yang sama untuk melawan Belgia pada 21 Juni dan kemudian menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.

        Masalah Iran tidak berhenti pada persoalan visa delegasi. Jatah tiket suporter Iran untuk fase grup juga dicabut oleh otoritas Amerika Serikat. Meski demikian, FIFA menyatakan masih berupaya memaksimalkan peluang agar pendukung Iran tetap dapat menyaksikan pertandingan secara langsung.

        Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran mengajukan 10 syarat kepada FIFA terkait partisipasi mereka di Piala Dunia, termasuk meminta agar pemain, pelatih, dan ofisial yang pernah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tetap diizinkan mengikuti turnamen.

        Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio sebelumnya menegaskan bahwa para pemain Iran tetap diterima di Piala Dunia. Namun, individu yang memiliki keterkaitan dengan IRGC berpotensi menghadapi pembatasan masuk ke wilayah AS.

        Kasus Iran menambah daftar polemik visa di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sejumlah suporter dari beberapa negara juga dilarang masuk ke Amerika Serikat. Bahkan wasit asal Somalia, Omar Artan, juga ditolak masuk untuk bertugas di turnamen tersebut.

        Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, turut mengkritik persoalan visa yang terjadi selama Piala Dunia 2026. Menurutnya, negara tuan rumah wajib menjamin keamanan sekaligus memberikan akses masuk tanpa hambatan bagi seluruh tim, ofisial, dan perangkat pertandingan yang telah memenuhi syarat.

        Baca Juga: Ancam Langsung Deportasi, Amerika Larang Influencer Asing Bikin Konten dari Piala Dunia 2026

        Dengan berbagai pembatasan tersebut, Timnas Iran kini harus menghadapi Selandia Baru dalam suasana yang jauh dari ideal. Konflik geopolitik dengan Amerika Serikat ternyata masih membayangi perjalanan Team Melli, bahkan ketika mereka tengah berjuang di panggung sepak bola terbesar dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: