Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi Pergi Meninggalkan Partai Lamanya dengan Kesadarannya Sendiri, Kata PSI

        Jokowi Pergi Meninggalkan Partai Lamanya dengan Kesadarannya Sendiri, Kata PSI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik hubungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan PDI Perjuangan (PDIP) kembali memanas. Kali ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan sikap PDIP yang dinilai terus membanggakan pemecatan Jokowi, meski mantan kepala negara itu disebut telah meninggalkan partai atas kesadarannya sendiri.

        Ketua DPP PSI, Bestari Barus menilai PDIP masih menyimpan kekecewaan mendalam setelah ditinggal sosok yang pernah mengantarkan partai tersebut meraih kemenangan besar dalam dua pemilihan presiden.

        Baca Juga: 'Pengantar Jadi Presiden,' Terungkap Alasan Roy Suryo Ngotot Terkait Perkara Ijazah Jokowi

        "Ya memang salah satu orang keluar itu kan dengan kesadaran sendiri, dengan mencuekin partainya juga bisa. Kemudian supaya enggak kalah malu, bilangnya dipecat," ujar Bestari, dikutip Senin (15/6/2026).

        Menurut Bestari, ada pertanyaan besar di balik narasi pemecatan Jokowi yang terus digaungkan PDIP.

        "Kenapa mesti bangga kemudian terlepas Pak Jokowi dari partai itu? Kenapa mesti bangga?" katanya.

        Ia menduga klaim pemecatan tersebut justru menunjukkan adanya rasa kehilangan yang belum selesai di internal PDIP.

        Bestari menilai, bila hubungan dengan Jokowi benar-benar tidak lagi penting, maka tidak seharusnya PDIP terus mengungkit status keanggotaan mantan wali kota Solo tersebut.

        PSI juga menyoroti sikap PDIP yang dinilai bertolak belakang dengan kontribusi Jokowi selama menjadi kader partai. Menurut Bestari, Jokowi adalah tokoh yang berhasil mengangkat elektabilitas PDIP hingga memenangkan dua kali Pilpres.

        Namun, setelah tidak lagi sejalan secara politik, Jokowi justru disebut kerap dipermalukan dan disudutkan.

        "Perhatikan Pak Jokowi, tidak pernah dia menjelek-jelekkan PDIP. Tapi PDIP sepertinya terus menjelek-jelekkan Pak Jokowi," ujarnya.

        Bestari bahkan menyebut respons PDIP terhadap Jokowi terkesan tidak berkelas dan menunjukkan kekecewaan yang belum selesai.

        Sebelumnya, Politikus PDIP, Guntur Romli menegaskan Jokowi telah resmi dipecat dari partai pada Desember 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution dan puluhan kader lainnya.

        Menurut Guntur, pemecatan dilakukan karena Jokowi dinilai melanggar konstitusi, AD/ART, serta peraturan partai.

        "Jadi Jokowi bukan keluar dari PDI Perjuangan atau mundur, tapi dipecat karena pelanggaran," kata Guntur.

        Baca Juga: Nyatakan Tidak Terima, Israel Meradang Lihat Kesepakatan Damai Amerika dan Iran

        Pernyataan saling berbalas antara PSI dan PDIP itu menunjukkan bahwa hubungan politik Jokowi dan partai yang membesarkan namanya tampaknya masih menyisakan luka politik yang belum benar-benar selesai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: