Kredit Foto: Istimewa
Rencana penyematan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan publik. Di tengah berbagai spekulasi mengenai kedekatan Jokowi dengan partai berlambang mawar tersebut, PSI justru melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali menilai bahwa tanpa seremoni penjaketan sekalipun, Jokowi sejatinya sudah bisa dianggap sebagai bagian dari PSI. Pernyataan itu muncul setelah melihat berbagai sikap dan pernyataan Jokowi yang selama ini dinilai menunjukkan kedekatannya dengan partai tersebut.
Menurut Ahmad Ali, prosesi penyematan jaket hanyalah simbol atau bentuk seremonial semata. Ia menegaskan bahwa makna yang lebih penting justru terletak pada sikap politik yang selama ini ditunjukkan Jokowi terhadap PSI.
"Penjaketan atau apapun namanya itu, satu bentuk seremonial. Tapi sebenarnya kalau kemudian kita ikutin rangkaian runutan pernyataan Pak Jokowi tentang PSI, saya pikir itu adalah satu bentuk pernyataan yang harusnya bisa dimaknai tentang apakah Pak Jokowi itu PSI atau bukan," kata Ahmad kepada wartawan, Minggu (14/6).
Ia kemudian mengungkapkan bahwa sejumlah pernyataan Jokowi dalam berbagai agenda PSI menjadi dasar pandangannya tersebut.
Baca Juga: PDIP Buka-bukaan: Jokowi, Gibran, Bobby Didepak Bersama 27 Kader
Ahmad mengingatkan kembali momen saat Kongres PSI di Solo maupun Rakernas PSI di Makassar. Dalam kesempatan itu, Jokowi disebut secara terbuka menyatakan kesiapannya membantu PSI hingga ke tingkat kecamatan.
"Artinya secara tersirat kan dia sudah, sesungguhnya dia adalah, menurut saya hari ini dia adalah PSI," ujar dia.
Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian karena disampaikan saat status keanggotaan resmi Jokowi di PSI masih menjadi perbincangan publik.
Di sisi lain, Ahmad Ali juga menanggapi kritik yang muncul terkait agenda safari politik Jokowi ke berbagai daerah. Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan hal yang lumrah dilakukan tokoh-tokoh politik nasional dan tidak seharusnya dipersoalkan secara berlebihan.
Ia membandingkan perjalanan Jokowi dengan aktivitas politik sejumlah tokoh nasional lain yang juga kerap melakukan kunjungan ke berbagai wilayah.
"Memaknai perjalanan safari Pak Jokowi ini sama halnya dengan perjalanan Ibu Mega, Pak SBY, Pak Ahmad Ali. Karena hal yang biasa dalam dunia perpolitikan toh," ungkapnya.
Ahmad menilai polemik yang muncul justru sengaja dibesar-besarkan oleh pihak tertentu sehingga aktivitas politik Jokowi seolah terlihat berbeda dibanding tokoh lainnya.
Baca Juga: PSI Sebut Ada Partai Lupa Balas Budi ke Jokowi: Berapa Menteri yang Dulu Diangkat?
"Yang masalahnya memang kemudian hari ini digoreng oleh orang tertentu. Menjadi sesuatu hal yang aneh, yang tidak pantas untuk dilakukan oleh orang Jokowi," lanjut dia.
Dengan pernyataan terbaru ini, spekulasi mengenai hubungan Jokowi dan PSI kembali menghangat. Meski penyematan jaket belum dilakukan, PSI secara terbuka menilai mantan Presiden RI tersebut sudah menjadi bagian dari partai, setidaknya secara politik dan dukungan yang selama ini ditunjukkannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: