Iran Menang Perang? Bocoran Kesepakatan Sinyalkan Amerika Setuju Cabut Sanksi hingga Bayar Rp4.800 T
Kredit Foto: Istimewa
Bocoran memorandum damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memunculkan pertanyaan besar di dunia internasional: apakah Teheran justru keluar sebagai pihak yang paling diuntungkan dari konflik selama lebih dari 100 hari terakhir?
Dikutip Kamis (18/6), dokumen yang dilaporkan Channel 12 Israel memuat sejumlah konsesi besar bagi Iran, mulai dari pelonggaran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, hingga pembentukan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar atau lebih dari Rp4.800 triliun.
Baca Juga: 'Kami Tak Ingin Mengambilnya,' Ini Rencana Amerika Terhadap Bahan Nuklir Iran Usai Damai
Dalam dokumen tersebut, AS disebut akan mencabut blokade angkatan laut terhadap Iran, menunda penerapan sanksi baru dan memberikan pengecualian sementara agar Teheran dapat kembali menjual minyak ke pasar internasional.
Tidak hanya itu, Washington juga disebut akan mencairkan sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan.
Apabila kesepakatan akhir berhasil dicapai setelah masa negosiasi 60 hari, AS bahkan disebut akan mencabut seluruh sanksi terhadap Iran dan menarik pasukannya dari kawasan dalam waktu 30 hari.
Bocoran tersebut juga menyebutkan adanya jalan menuju dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dollar AS bagi Iran.
Konsesi ekonomi besar itu muncul meskipun dokumen tersebut belum mewajibkan Iran menghancurkan persediaan uranium yang telah diperkaya.
Iran hanya kembali menegaskan komitmennya untuk tidak memproduksi atau memperoleh senjata nuklir, sedangkan rincian teknis mengenai pengayaan uranium akan dibahas dalam perundingan lanjutan.
Selain memperoleh keringanan ekonomi, Iran juga akan memegang peranan penting dalam pengelolaan Selat Hormuz selama masa transisi.
Teheran akan menjamin jalur aman dan bebas bea bagi kapal-kapal komersial yang melintasi salah satu jalur pengiriman minyak terpenting di dunia tersebut selama 60 hari.
Paket konsesi yang luas itu memicu spekulasi bahwa Iran berhasil memperoleh sejumlah keuntungan strategis dan ekonomi melalui proses perdamaian dengan Washington.
Meski demikian, hingga kini baik Washington maupun Teheran belum merilis teks memorandum secara resmi.
Gedung Putih juga belum memberikan konfirmasi mengenai keakuratan dokumen yang dibocorkan media Israel tersebut.
Baca Juga: 'Pulang Usai Laga Sudah Aturan,' Amerika Ogah Beri Keringanan ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Namun, apabila isi memorandum tersebut benar, maka kesepakatan damai AS-Iran tidak hanya mengakhiri konflik militer, tetapi juga berpotensi mengubah posisi ekonomi dan geopolitik Iran secara signifikan di kawasan Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: