Gagal Masuk Sekolah Negeri? Calon Murid Baru di Jawa Barat Bisa Dapat Bantuan Rp2,7 Juta
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Dinas Pendidikan Jawa Barat merancang program bantuan finansial bagi puluhan ribu calon peserta didik baru. Langkah intervensi ini diambil setelah otoritas terkait merampungkan proses pemetaan berkala terhadap angka kelulusan siswa.
Pemerintah daerah memprediksi adanya puluhan ribu anak yang terancam tidak mendapat kuota di sekolah negeri. Pelayanan sektor pendidikan terbaik tetap diupayakan bagi seluruh lapisan masyarakat melalui mekanisme subsidi khusus.
"Ini adalah salah satu bentuk intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah melakukan pemetaan," ujar Kepala Disdik Jawa Barat Purwanto.
"Dari pemetaan itu kita mengetahui masih ada anak-anak yang belum dapat tertampung. Karena itu, pemerintah ingin tetap memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada masyarakat," imbuhnya menjelaskan kebijakan mitigasi kuota.
Pihak dinas menyiapkan total dana dukungan sebesar Rp2,7 juta untuk setiap komponen pendaftar. Anggaran tersebut meliputi dana sumbangan pendidikan awal serta sokongan operasional bulanan selama satu tahun.
"Karena mereka pada dasarnya berniat bersekolah di negeri tetapi tidak tertampung, maka pemerintah memberikan bantuan sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan," tutur Purwanto.
Skema penyaluran dana ditujukan khusus bagi pendaftar yang tereliminasi dari sistem seleksi sekolah negeri. Perumusan petunjuk teknis regulasi distribusi saat ini masih digodok intensif oleh jajaran pembuat kebijakan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Diterpa Isu Dana Seret, Menteri PU Pasang Badan
Ratusan instansi pendidikan milik yayasan swasta tercatat sudah mengajukan diri sebagai mitra resmi pemerintah. Seluruh lembaga pemohon wajib melewati tahapan kurasi kelayakan mutu serta ketersediaan fasilitas mengajar.
Otoritas berwenang menegaskan standardisasi kualitas pengajar menjadi poin utama dalam penilaian seleksi kemitraan. Verifikasi ketat dilakukan agar proses kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai parameter nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: