Mantan Wakil Jokowi Tak Malu Dianggap Preman Tapi Setia ke Mega, Rela Jadi Kaki Kursi Selama 2 Jam
Kredit Foto: Instagram/FX.Rudyatmo
Kader senior PDI Perjuangan sekaligus mantan Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy), menegaskan komitmen loyalitasnya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ia mengaku telah mengikuti Megawati sejak era kepemimpinan di Jakarta pada tahun 1986.
"Saya setia dengan Ibu Mega itu mulai dari '86 dari Ibu jadi Wakil Ketua DPC Jakarta Pusat, lantas tahun 1987 ketika Ibu menjadi caleg PDI, saya sudah ikut beliau," ujar FX Rudy dalam siniar bersama Akbat Faizal.
Ia menceritakan, latar belakangnya sebagai orang yang kerap dianggap berandalan atau "preman" tidak menyurutkan pegangannya terhadap empat nilai utama yang diteladani dari sosok Megawati, yaitu keimanan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran.
Menurutnya, Megawati selalu melakukan kontemplasi dengan Tuhan Yang Maha Esa demi menyelaraskan garis ideologi sang ayah, Bung Karno, semata-mata untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, FX Rudy juga mengenang momen bersejarah saat mendampingi Megawati melakukan perlawanan pada era reformasi pasca-Peristiwa Kudatuli 1997, tepatnya ketika Megawati menyampaikan pidato politik pada Pemilu 1997.
Ia berkisah, di tengah situasi tegang tersebut, kaki kursi yang diduduki oleh Megawati tiba-tiba patah. Menyadari risiko seorang pemimpin terjatuh di muka publik, ia langsung mengambil tindakan spontan.
"Saya berpikir jangan sampai seorang pemimpin itu jatuh dari kursi karena kaki kursinya patah. Saya ambil inisiatif kaki saya buat tambalan dari kaki kursi yang patah itu, hampir 2 jam. Saat itu saya berada di belakang Bu Mega," kenangnya.
Berkat inisiatifnya menahan beban kursi tersebut, Megawati batal terjatuh. Peristiwa penuh makna itu, menurut Rudy, menjadi salah satu momen historis yang membuat Megawati tidak pernah melupakan dedikasi dan loyalitas yang telah ia tunjukkan
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: