Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Muhammadiyah Minta Program MBG Segera Dibenahi

        Muhammadiyah Minta Program MBG Segera Dibenahi Kredit Foto: Muhammadiyah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Muhammadiyah mendorong pembenahan menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai kritik dan masukan yang muncul dalam pelaksanaannya. Organisasi tersebut menilai penguatan tata kelola, profesionalisme sumber daya manusia, dan sistem pengawasan menjadi kunci agar program strategis nasional itu dapat mencapai tujuan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

        Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) M. Nurul Yamin mengatakan berbagai dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan MBG harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem pengelolaan program.

        “Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan,” ujarnya, Rabu (17/6).

        Menurut Yamin, Muhammadiyah memandang MBG bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

        Karena itu, ia menilai tata kelola yang akuntabel menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. Muhammadiyah juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan MBG sebagai mitra strategis pemerintah melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

        Lebih lanjut, Yamin menyebut terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi standar dalam pengelolaan MBG. Pertama, keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman dikonsumsi. Kedua, tata kelola yang amanah dan profesional. Ketiga, pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.

        Menurut dia, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas sistem yang dibangun untuk mendukung pelaksanaannya.

        Baca Juga: Sebarkan Manfaat Kurban, Bank Aladin Syariah Gandeng Muhammadiyah

        Baca Juga: Heboh! Anggaran Pendidikan Rp224 Triliun Disedot untuk MBG 2027

        Oleh sebab itu, penguatan kapasitas pengelola, pengawasan secara berkala, serta transparansi dalam pengelolaan program harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan MBG.

        Muhammadiyah menilai pemenuhan gizi merupakan prasyarat penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Tanpa asupan gizi yang memadai, upaya peningkatan kualitas generasi mendatang akan menghadapi tantangan yang lebih besar.

        Melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah, organisasi tersebut menyatakan akan terus mendorong perbaikan tata kelola program agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: