Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BI Catat Kredit Nganggur Capai Rp2.576 Triliun, Jadi Amunisi Pertumbuhan Kredit 2026

        BI Catat Kredit Nganggur Capai Rp2.576 Triliun, Jadi Amunisi Pertumbuhan Kredit 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) mencatat fasilitas kredit yang belum digunakan atau undisbursed loan mencapai Rp2.576 triliun per Mei 2026. Nilai tersebut setara dengan 22,41% dari total plafon kredit yang tersedia di perbankan.

        Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan besarnya kredit yang belum tersalurkan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek pertumbuhan kredit perbankan.

        “Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.576 triliun,” kata Perry dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (18/6/2026). 

        Selain ditopang oleh tingginya kredit yang belum digunakan, Perry menjelaskan kapasitas pembiayaan perbankan juga masih memadai. Hal itu tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada di level 24,74 persen pada Mei 2026.

        Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 13,47% secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026.

        BI juga menilai perkembangan suku bunga perbankan masih kondusif untuk mendukung ekspansi kredit. Pada Mei 2026, suku bunga kredit tercatat sebesar 8,72%, sementara suku bunga deposito satu bulan berada di level 4,26%.

        Baca Juga: BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51% pada Mei 2026

        Baca Juga: Saat Bank Perketat Kredit, Industri Gadai Justru Diprediksi Tetap Tumbuh

        Sejalan dengan kondisi tersebut, pertumbuhan kredit perbankan terus menunjukkan perbaikan. Pada Mei 2026, kredit perbankan tumbuh 11,51% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 9,98% (yoy).

        Menurut Perry, peningkatan kredit tersebut terjadi di seluruh segmen penggunaan kredit, terutama kredit investasi yang mencatat pertumbuhan paling tinggi.

        “Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Mei 2026 masing-masing tumbuh sebesar 21,95% (yoy), 8,09% (yoy), dan 5,89% (yoy),” jelas Perry.  

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: