Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Catat Pendapatan Rp2,23 Triliun pada 2025, Darya-Varia Mantap Kejar Target 2026

        Catat Pendapatan Rp2,23 Triliun pada 2025, Darya-Varia Mantap Kejar Target 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mencatat kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025. Hal ini sekaligus menandai tonggak penting 50 tahun perjalanan Perseroan di industri farmasi Indonesia.

        Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tantunan (RUPST) PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) yang digelar Jumat (19/6/2026) sore, Perseroan melaporkan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun, atau tumbuh 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini sejalan dengan target yang ditetapkan serta berhasil melampaui pertumbuhan industri farmasi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

        "Kinerja ini mencerminkan ketahanan dan disiplin eksekusi Perseroan, sekaligus memperkuat fondasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Ian Kloer, Presiden Direktur DVLA dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/6/2026).

        Ia menjelaskan, pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 didorong oleh kontribusi seluruh lini usaha Perseroan. Segmen consumer health menjadi kontributor utama dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,26 triliun atau menyumbang 57% dari total pendapatan, tumbuh 9,1% dibandingkan tahun 2024. 

        Kinerja positif ini sekaligus mengimbangi kontraksi sebesar 5,5% pada bisnis obat resep. Meskipun demikian, segmen obat resep tetap memberikan kontribusi signifikan sebesar 30% dari total pendapatan Perseroan dengan nilai mencapai Rp666 miliar. 

        Sementara itu, segmen ekspor dan toll manufacturing mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 27% dengan total pendapatan sebesar Rp257 miliar. Di sisi profitabilitas, Perseroan tetap menjaga kinerja yang sehat melalui pengelolaan biaya yang disiplin, efisiensi operasional, serta penguatan bauran produk yang mendukung stabilitas kinerja keuangan.

        Guna menjaga kesinambungan fungsi pengawasan dan stabilitas Perseroan, para pemegang saham dalam RUPST tersebut menyetujui pengangkatan kembali Sancoyo Antarikso sebagai Komisaris Independen. Selain itu, rapat juga menetapkan pengangkatan Deddy Septiadi sebagai Direktur Perseroan, menggantikan Yustina Endang Setyowati yang telah memasuki masa purna tugas. 

        "Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kepemimpinan guna mendukung strategi pertumbuhan ke depan," lanjutnya.

        Memasuki tahun 2026, tren pertumbuhan positif Perseroan terus berlanjut. Pada Kuartal I/2026, pendapatan DVLA mencapai Rp595 miliar, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh kekuatan merek, portofolio produk yang solid, serta kepercayaan konsumen yang terus terjaga. 

        Per 31 Maret 2026, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp2,52 triliun dengan kas dan setara kas sebesar Rp467,06 milar, mencerminkan likuiditas yang kuat untuk mendukung ekspansi dan inisiatif strategis ke depan. Sejalan dengan strategi pertumbuhan tersebut, Perseroan terus memperkuat pipeline inovasi melalui peluncuran produk-produk baru di awal tahun ini. 

        Pada kategori cough & cold dan nutrisi, Perseroan meluncurkan Natur-E Glothione, Natur-E Skin Start Hand & Body Lotion, serta Paratusin DMP guna memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Sebagai bagian dari transformasi jangka panjang, Perseroan juga resmi meluncurkan DiViLab, sebuah produk alat kesehatan terintegrasi yang menandai ekspansi ke sektor Medical Technology (MedTech) dan Connected Healthcare. 

        Melalui DiViLab, Perseroan menghadirkan solusi pemantauan kesehatan berbasis IoT dan AI, termasuk varian DiViLab Optima 4-in-1 dan DiViLab CORE 3-in-1, yang memperkuat portofolio solusi kesehatan terintegrasi yang lebih mudah, terhubung, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

        Ian Kloer menerangkan bahwa lima dekade perjalanan ini bukan hanya menjadi refleksi atas pencapaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi Perseroan untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya secara berkelanjutan. Berangkat dari fondasi manufaktur yang kuat, Perseroan bertransformasi menjadi integrated healthcare solution company yang tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga solusi kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat. 

        Dengan fondasi yang kuat tersebut, Perseroan optimis melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan dengan menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran 7-9% di tahun 2026.

        "Ke depan, Perseroan tetap optimis untuk melanjutkan momentum pertumbuhan dengan fokus pada pengembangan produk bernilai tambah, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan kapabilitas manufaktur dan ekspansi pasar. Dengan fundamental yang kuat dan strategi terarah, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Ian Kloer ,

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Sufri Yuliardi
        Editor: Sufri Yuliardi

        Bagikan Artikel: