Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sebut Nama Bahlil di Atas Mobil Komando, Wakil Ketua DPR Disoraki Mahasiswa saat Demo

        Sebut Nama Bahlil di Atas Mobil Komando, Wakil Ketua DPR Disoraki Mahasiswa saat Demo Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026) malam diwarnai ketegangan.

        Massa aksi langsung menyoraki Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa dan Sufmi Dasco Ahmad, saat keduanya menyinggung nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dari atas mobil komando.

        Momen itu terjadi ketika Saan Mustopa tengah menjelaskan langkah DPR dalam merespons tuntutan mahasiswa terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

        "Kelangkaan BBM bersubsidi misalnya seperti di daerah Daan Mogot, Jakarta Barat, dan sebagainya. Tadi sudah langsung dengan Menteri ESDM, Pak Bahlil, berkomunikasi langsung berdialog. Dia akan secepatnya bisa menyelesaikan," ujar Saan di hadapan massa.

        Mendengar nama Bahlil disebut, hampir seluruh mahasiswa yang memadati Jalan Gatot Subroto spontan menyuarakan sorakan ejekan secara serempak. Meski disoraki, Saan tetap melanjutkan bicaranya dan menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema penurunan harga BBM dalam waktu cepat.

        Respons Pimpinan DPR Temui Massa

        Kehadiran dua Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad (Fraksi Gerindra) dan Saan Mustopa (Fraksi Nasdem), ke tengah massa sekitar pukul 19.28 WIB dilakukan dengan pengawalan ketat. Langkah ini diambil setelah pimpinan DPR melakukan audiensi tertutup dengan perwakilan mahasiswa di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara.

        Perwakilan massa tersebut berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

        Dari atas mobil komando, Sufmi Dasco Ahmad memaparkan empat poin utama hasil koordinasi kilat DPR dengan sejumlah instansi untuk menjawab tuntutan mahasiswa:

        1. Pencabutan Status Tersangka: DPR berjanji berkoordinasi dengan kepolisian agar status tersangka 16 mahasiswa Universitas Trisakti dicabut dalam waktu satu pekan.

        2. Pembebasan Mahasiswa Ditahan: Dua mahasiswa Universitas Mercu Buana yang sempat ditahan karena membawa bensin dipastikan bebas pada malam itu juga setelah aksi bubar.

        3. Penghematan Anggaran BBM: DPR telah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan efisiensi tata kelola yang berpotensi menghemat anggaran hingga Rp70 triliun.

        4. Evaluasi Program Pemerintah: DPR berkomitmen mengawal evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemborosan APBN, hingga kesejahteraan guru honorer bersama pemerintah.

        "Beberapa aspirasi yang ditujukan kepada DPR, kami juga sudah sampaikan. Dan insyaallah kita akan lanjutkan dan kita akan tindaklanjuti," tegas Dasco.

        Tiga Tuntutan Utama Demo Mahasiswa

        Aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh Universitas Trisakti ini dimulai sejak pukul 15.00 WIB. Massa membawa tiga tuntutan utama, yaitu:

        • Memulihkan kondisi ekonomi dan politik nasional.
        • Memberantas inkompetensi pejabat publik.
        • Mengembalikan supremasi sipil.

        Selain tuntutan utama tersebut, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok, menghentikan represivitas aparat, menolak UU Polri, serta mengevaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai merugikan rakyat.

        Sementara itu, kelompok dari HMI secara khusus menyoroti transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: