Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin (22/6/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.789 per dolar AS, turun 15 poin atau 0,08% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang berada di bawah tekanan dolar AS. Menguatnya mata uang Negeri Paman Sam masih membebani sejumlah mata uang di kawasan.
Won Korea Selatan menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS, yakni 0,52%.
Pelemahan juga dialami ringgit Malaysia sebesar 0,31%, diikuti peso Filipina melemah 0,28%, yen Jepang melemah 0,16% dan dolar Taiwan melemah 0,06%.
Selanjutnya, dolar Singapura turut melemah 0,06%, yuan China melemah sebesar 0,05%, dolar Hong Kong melemah tipis 0,02%.
Di sisi lain, baht Thailand menjadi salah satu mata uang yang mampu bertahan lebih baik. Mata uang tersebut justru menguat tipis 0,05% terhadap dolar AS.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Menguat, DPR Soroti Kepercayaan Investor di Tengah Sentimen Global
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp17.853 per Dolar AS Usai Kenaikan BI Rate
Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju terhadap dolar AS berlangsung beragam. Euro menguat 0,04%, diikuti poundsterling Inggris yang naik 0,05% dan dolar Australia yang menguat 0,03%.
Sebaliknya, dolar Kanada melemah 0,17% terhadap dolar AS, disusul franc Swiss yang turun 0,04%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: