Biaya Perawatan Gigi Terus Membengkak, Usmile Hadirkan Strength White sebagai Solusi Pencegahan
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah tren perawatan kulit malam hari yang semakin populer di kalangan masyarakat urban, kebiasaan menjaga kesehatan gigi sebelum tidur justru masih sering diabaikan. Data Riskesdas menunjukkan hanya 27,8% masyarakat Indonesia yang rutin menyikat gigi sebelum tidur.
Padahal, menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), malam hari merupakan waktu paling krusial untuk menjaga kebersihan mulut. Saat tidur, produksi air liur menurun sehingga bakteri berkembang lebih cepat dan meningkatkan risiko plak, kerusakan enamel, hingga gigi berlubang. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga biaya perawatan. Laporan WHO 2022 mencatat pengobatan kesehatan gigi menjadi salah satu pengeluaran kesehatan terbesar di dunia.
Menjawab kebutuhan tersebut, usmile Indonesia meluncurkan usmile Strength White pada 22 Juni 2026. Pasta gigi pemutih terbaru ini mengandung Domiphen Bromide sebagai agen antiseptik untuk membantu melawan bakteri, serta Sodium Carbonate yang membantu menjaga keseimbangan pH rongga mulut hingga 8 jam.
Dilengkapi teknologi 3in1 Pro White dengan Baking Soda dan Calcium Carbonate, produk ini membantu mengangkat noda akibat kopi, teh, dan rokok. Sementara kandungan Tetrasodium Pyrophosphate membantu melindungi enamel agar noda tidak mudah kembali menempel.
Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, mengatakan peluncuran produk ini merupakan bagian dari komitmen usmile dalam mengedepankan prinsip "Prevention over Treatment". Strategi tersebut turut mendorong pertumbuhan bisnis yang positif. Setelah mencatat kenaikan penjualan hingga 182% selama Ramadan 2026, penjualan usmile kembali tumbuh 20% pada April 2026. Produk Optical White bahkan menjadi salah satu produk oral care terlaris di TikTok Shop pada Juni 2026.
Di tengah tantangan ekonomi, usmile juga membuka peluang kemitraan melalui program affiliate marketing. Dengan lebih dari 3 juta kreator afiliasi aktif di Indonesia, sektor ini dinilai mampu menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk kesehatan gigi berkualitas.
Menurut Michelle, fenomena "Lipstick Effect" menunjukkan konsumen kini lebih selektif dan cenderung berinvestasi pada produk perawatan yang berdampak langsung pada kualitas hidup. "Kini senyum sehat tidak hanya menjadi bagian dari kesehatan, tetapi juga bagian penting dari beauty & care," ujarnya.
Melalui kombinasi inovasi kesehatan preventif dan pemberdayaan ekonomi digital, usmile berupaya menghadirkan nilai lebih bagi konsumen sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: