Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti langkah awal Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang membesuk korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Semarang, Jawa Tengah.
Said Didu mengaku menaruh harapan besar terhadap Sudaryono melalui sepak terjang awalnya sebagai Kepala BGN. Ia berharap Sudaryono konsisten dan tidak seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dinilai keras di awal namun melemah kemudian.
"Saya ada harapan besar kepada sepak terjang awal kepala BGN. Berharap agar tidak seperti Menkeu yang keras di awal," tulisnya di akunĀ X pribadinya, dikutip Senin (3/8).
Sebelumnya, Sudaryono menegaskan tidak ada toleransi (zero tolerance) terhadap segala bentuk penyimpangan, termasuk insiden keamanan pangan dalam program MBG.
Pernyataan itu disampaikan usai ia mengunjungi ratusan korban dugaan keracunan MBG dari SMK Negeri 6 Semarang yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, sebanyak 707 orang terdiri atas 693 siswa dan 14 guru diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (31/7/2026), dengan gejala pusing, mual, dan muntah.
"Saya sebagai Kepala Badan Gizi yang baru ini memastikan, zero tolerance terhadap keracunan! Zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi dan hanky panky, nitip-nitip duit itu tidak boleh lagi. Karena kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti," ujar Sudaryono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: