Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Gigit Jari, Tidak Ada Kewajiban Beli Produk Amerika dalam Kesepakatan dengan Iran

        Trump Gigit Jari, Tidak Ada Kewajiban Beli Produk Amerika dalam Kesepakatan dengan Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut dana Iran yang dicairkan berdasarkan kesepakatan dengan Washington akan kembali ke AS melalui pembelian makanan dan produk pertanian Amerika.

        Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati menyatakan Teheran sama sekali tidak memiliki kewajiban untuk membeli produk pertanian dari Amerika Serikat.

        Baca Juga: Dibongkar Media Israel, Trump Diam-diam Ingin Gulingkan Netanyahu usai Ganggu Negosiasi Iran-Amerika

        “Berdasarkan memorandum yang telah ditandatangani, tidak ada kewajiban untuk membeli input pertanian dari Amerika Serikat,” kata Hemmati, dikutip dari Tasnim, Selasa (23/6/2026).

        Menurut Hemmati, mekanisme penggunaan dana Iran yang dibekukan, khususnya pencairan tahap awal senilai US$6 miliar dolar, mengacu pada kesepakatan yang dicapai antara Teheran dan Washington pada 2023. Kesepakatan tersebut hanya mengatur penggunaan dana untuk pembelian barang-barang esensial dan obat-obatan.

        Ia menjelaskan, Iran tetap dapat membeli produk pertanian asal Amerika Serikat apabila harga dan kualitasnya dinilai lebih kompetitif dibandingkan produk dari negara lain. Namun, hal itu bersifat opsional dan bukan sebuah kewajiban yang diatur dalam perjanjian.

        Hemmati juga mengungkapkan bahwa Iran setiap tahun mengimpor barang kebutuhan pokok dan obat-obatan dalam jumlah miliaran dolar AS. Meski demikian, prioritas utama pemerintah Iran saat ini adalah mendapatkan akses terhadap cadangan devisa negara yang selama ini dibekukan di luar negeri.

        Selain itu, Hemmati menyebut aset Iran lainnya yang masih dibekukan tidak harus digunakan untuk membeli barang-barang penting saja. Dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membeli berbagai produk lain yang tidak terkena sanksi internasional.

        Pernyataan Bank Sentral Iran itu muncul tak lama setelah Trump mengklaim bahwa dana Iran yang dicairkan nantinya akan kembali ke Amerika Serikat melalui pembelian bahan pangan.

        “Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan,” kata Trump.

        Trump bahkan mengklaim Iran tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri.

        “Mereka memiliki 91 juta penduduk, mereka tidak mampu memberi makan rakyatnya,” ujar Trump.

        Baca Juga: Dibongkar Pengacara, Jaksa Tawarkan Roy Suryo dan Dokter Tifa 'Jalan Mulus' di Kasus Ijazah Jokowi

        Namun, pernyataan terbaru dari otoritas Iran secara tegas membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada satu pun klausul dalam memorandum yang mewajibkan Teheran menggunakan dana yang dicairkan untuk membeli produk asal Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: