Kredit Foto: Instagram/Forbes Indonesia
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan media dan hiburan yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi memulai penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan target menghimpun dana hingga Rp429,25 miliar.
Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan pada 23 Juni 2026, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berada dalam kisaran Rp135-Rp170 per saham. Dengan rentang harga tersebut, nilai emisi maksimal mencapai Rp429,25 miliar.
RANS telah membuka masa penawaran awal pada 23-25 Juni 2026. Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026, masa penawaran umum pada 2-8 Juli 2026, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.
Dalam IPO ini, Raffi Ahmad tetap menjadi pemegang saham pengendali. Sebelum IPO, Raffi menguasai 78,68% saham perseroan. Setelah seluruh saham baru terserap pasar, kepemilikannya terdilusi menjadi 62,93%. Sementara itu, masyarakat akan menguasai 20,02% saham perusahaan.
Selain Raffi Ahmad, sejumlah nama tercatat sebagai pemegang saham sebelum IPO, antara lain PT Indonesia Entertainmen Grup sebesar 9,04%, Soultan Ariq Rachman 3,43%, Dony Oskaria 3,42%, Sutanto Hartono 1,43%, Nagita Slavina Mariana Tengker 1,24%, Kaesang Pangarep 1,14%, Hikmat Janika 0,86%, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi 0,76%.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk sejumlah agenda ekspansi usaha. Sekitar 6,98% dana dialokasikan untuk pelunasan dipercepat utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sebanyak 18,64% digunakan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi “Cipungland”. Kemudian 37,61% digunakan untuk belanja operasional penyelenggaraan konser artis lokal dan internasional di berbagai kota di Indonesia.
Selain itu, sekitar 8,15% dana IPO akan digunakan untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi guna mengembangkan bisnis teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sebesar 19,80% dana juga akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Sisanya akan disetor ke entitas anak untuk pengembangan usaha dan ekspansi jaringan bisnis.
Di sisi kinerja, pendapatan RANS pada 2025 tercatat sebesar Rp353,38 miliar, turun 13,91% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp410,50 miliar. Laba tahun berjalan juga turun 41,60% menjadi Rp56,69 miliar dari Rp97,07 miliar pada 2024. Penurunan pendapatan terutama berasal dari segmen talent management dan duta merek serta penjualan produk berbasis intellectual property (IP).
Baca Juga: Aksi Besar Raffi Ahmad dan Nagita di Pasar Modal, Gelontorkan Rp190 Miliar untuk Beli Emiten VISI
Baca Juga: BACH IPO Demi Cari Dana Rp307 Miliar dari Pasar Modal, Saham Ditawarkan Mulai Rp400
Meski demikian, perseroan masih membukukan total aset Rp461,03 miliar dan ekuitas Rp340,80 miliar hingga akhir 2025. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) tercatat 0,35 kali.
Dalam prospektus, RANS juga mengungkapkan risiko utama yang dihadapi perseroan, yakni ketergantungan terhadap talent utama Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga. Perseroan menyebut penurunan keterlibatan atau munculnya isu reputasi terhadap figur utama tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan perusahaan.
Perseroan telah memperoleh persetujuan prinsip pencatatan saham dari BEI melalui surat tertanggal 12 Juni 2026. Penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: