Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ketegangan Baru, Iran Klaim Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang

        Ketegangan Baru, Iran Klaim Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Selat Hormuz akan berada di bawah pengelolaan Teheran. Pernyataan itu disampaikan usai pembicaraan dengan Amerika Serikat di Swiss yang membahas sejumlah isu regional.

        Ghalibaf mengatakan Selat Hormuz tidak akan kembali seperti kondisi sebelum perang. Ia menegaskan jalur strategis tersebut akan dikelola Republik Islam Iran sesuai hukum internasional.

        "Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran, sesuai dengan hukum internasional," kata Ghalibaf, dikutip AFP, Selasa (23/6/2026).

        Ia menyebut pembicaraan di resor Burgenstock, Swiss, menghasilkan sejumlah kemajuan. Beberapa isu yang dibahas termasuk Selat Hormuz, Lebanon, hingga pencairan dana yang dibekukan.

        Ghalibaf menilai pertemuan tersebut menghasilkan pencapaian yang cukup baik. Namun ia menegaskan bahwa proses negosiasi masih berada di tahap awal.

        "Menurut saya, perjalanan ini menghasilkan pencapaian yang baik, terutama mengenai diskusi tentang Selat Hormuz, diskusi tentang Lebanon, masalah pengecualian minyak, dan masalah pencairan dana yang dibekukan," ujarnya.

        Dalam pembicaraan tersebut, Amerika Serikat dan Iran disebut sepakat membuka jalur komunikasi. Tujuannya untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan menghindari eskalasi konflik.

        Washington juga dilaporkan menangguhkan sementara sanksi terhadap minyak Iran. Keputusan itu diambil setelah adanya kesepakatan terkait akses inspektur nuklir PBB.

        Sebagai bagian dari kesepakatan awal, Iran juga berpotensi mendapatkan keringanan sanksi serta pencairan aset yang sebelumnya dibekukan.

        Media pemerintah Iran melaporkan Ghalibaf sempat singgah di Oman usai pertemuan tersebut. Oman merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.

        Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting yang menghubungkan perdagangan minyak dunia. Jalur ini sempat ditutup di tengah eskalasi konflik sebelum kembali dibuka pekan lalu.

        Baca Juga: Menhan Jerman Tunjuk Hidung Trump: Dialah yang Sumbat Selat Hormuz, Bukan Kami!

        Namun Iran kembali mengumumkan penutupan selat tersebut setelah serangan Israel di Lebanon. Situasi ini memicu kekhawatiran atas stabilitas pasokan energi global.

        Setelah pertemuan di Swiss, Iran dan Amerika Serikat sepakat membangun jalur komunikasi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden dan miskomunikasi di kawasan strategis tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: