Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Termasuk Lockheed Martin, Ini Daftar 22 Perusahaan AS yang Produknya Tak Akan Dibeli China

        Termasuk Lockheed Martin, Ini Daftar 22 Perusahaan AS yang Produknya Tak Akan Dibeli China Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah China resmi melarang pembelian produk dari 46 perusahaan Amerika Serikat (AS) dalam kegiatan pengadaan pemerintah. Kebijakan yang diumumkan Kementerian Keuangan China pada Senin itu menjadi langkah terbaru Beijing dalam membatasi keterlibatan sejumlah perusahaan AS, terutama yang bergerak di sektor pertahanan dan teknologi keamanan.

        Dalam pernyataannya, Kementerian Keuangan China menyebut keputusan tersebut diambil sesuai ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.

        "Telah diambil keputusan untuk memberlakukan tindakan terkait terhadap 46 perusahaan AS dalam kerangka kegiatan pengadaan pemerintah," kata kementerian tersebut.

        Melalui kebijakan ini, perusahaan-perusahaan di China tidak diperbolehkan membeli produk yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut untuk kebutuhan pengadaan pemerintah. Namun, pembatasan itu tidak berlaku bagi perusahaan yang memperoleh investasi dari AS dan beroperasi di China.

        Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari respons China terhadap berbagai kebijakan pembatasan yang sebelumnya diterapkan AS terhadap perusahaan-perusahaan asal China, khususnya di sektor teknologi dan pertahanan.

        Daftar Perusahaan yang Dilarang

        Sejumlah perusahaan besar industri pertahanan dan teknologi AS masuk dalam daftar larangan tersebut. Berdasarkan pengumuman Kementerian Keuangan China, perusahaan yang disebutkan antara lain:

        1. Lockheed Martin Corporation
        2. Raytheon Missiles & Defense
        3. General Atomics Aeronautical Systems
        4. General Dynamics Land Systems
        5. Boeing Defense, Space & Security
        6. Inter-Coastal Electronics
        7. Teledyne FLIR
        8. VSE Corporation
        9. Cubic Global Defense
        10. Dedrone by Axon
        11. Oceaneering International
        12. DZYNE Technologies
        13. Elbit Systems of America
        14. Epirus
        15. AeroVironment
        16. Exelis
        17. Alliant Techsystems
        18. BAE Systems
        19. Cyberlux Corporation
        20. Sierra Nevada Corporation
        21. Shield AI
        22. Summit Technologies

        Kementerian Keuangan China menyatakan total terdapat 46 perusahaan AS yang dikenai pembatasan, meski dalam pengumuman yang dipublikasikan hanya sebagian nama yang diungkap secara rinci.

        Mayoritas perusahaan yang masuk daftar tersebut memiliki keterkaitan dengan industri pertahanan, sistem persenjataan, teknologi militer, pengawasan, drone, hingga keamanan nasional. Beberapa di antaranya merupakan kontraktor utama pemerintah AS dan pemasok peralatan militer untuk Departemen Pertahanan AS.

        Baca Juga: Mulai Was-Was, Kim Jong Un dan Xi Jinping Tuduh Jepang Bangkitkan Militerisme

        Kebijakan ini diperkirakan dapat memengaruhi peluang bisnis perusahaan-perusahaan tersebut di pasar pengadaan pemerintah China. Namun, larangan tersebut tidak serta-merta menghentikan seluruh aktivitas bisnis mereka di negara itu karena masih terdapat pengecualian bagi perusahaan yang beroperasi melalui entitas yang diinvestasikan dan berada di wilayah China.

        Pengumuman tersebut kembali menyoroti ketegangan yang masih berlangsung antara China dan AS, terutama dalam bidang perdagangan, teknologi, dan industri pertahanan yang semakin menjadi fokus persaingan kedua negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: