Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

China Diam-diam Diskusi Bareng Houthi Yaman Soal Akses ke Laut Merah

China Diam-diam Diskusi Bareng Houthi Yaman Soal Akses ke Laut Merah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

China dilaporkan melakukan pembicaraan langsung dengan kelompok Houthi di Yaman. Hal tersebut dilakukan guna mengamankan jalur pelayaran kapal-kapal tankernya di Laut Merah. 

Dikutip dari Reuters, Rabu (29/7/2026) China meminta secara langsung kepada kelompok tersebut agar kapal-kapal tankernya diberikan jaminan melintas dengan aman melalui Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah.

Baca Juga: Tak Ingin Sia-Sia, China Makin Tegas Dukung Iran Soal Konflik Timur Tengah

Beijing menjadi salah satu negara pertama yang menjalin komunikasi langsung terkait keamanan pelayaran melalui Bab el-Mandeb. Ia diketahui merupakan jalur sempit yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Beijing disebut berkepentingan memastikan kelancaran ekspor minyak dari Laut Merah di Arab Saudi. Jalur tersebut dinilai semakin penting setelah pasokan energi global terganggu akibat efektifnya penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Sumber Reuters menyebut upaya tersebut cukup berbuah manis untuk China. Setiap kapal tanker yang berlayar menuju negara itu akan memperoleh persetujuan secara individual dari Houthi. Bahkan, komunikasi mengenai pelayaran tersebut juga dikabarkan telah diinformasikan kepada Iran.

Sejak Houthi mengumumkan pembatasan pelayaran, setidaknya empat kapal tanker dilaporkan telah memuat minyak mentah dari Arab Saudi ke China. Mereka semua berhasil melintasi Selat Bab el-Mandeb.

Sebelumnya, Kelompok Houthi mengumumkan blokade baru pada 20 Juli lalu. Kebijakan tersebut membuka babak baru konflik, sekaligus memperluas ancaman terhadap kapal-kapal pengangkut energi maupun logistik yang melintasi kawasan strategis tersebut.

Kelompok Houthi sebelumnya mengirim surat elektronik kepada sejumlah perusahaan pelayaran internasional yang memperingatkan bahwa kapal-kapal dapat menjadi sasaran serangan apabila melakukan kegiatan bongkar muat di Arab Saudi.

Peringatan tersebut membuat sejumlah kapal tanker memilih mengubah rute pelayaran ketika hendak memasuki Laut Merah melalui Bab el-Mandeb.

Baca Juga: Dokter Zulkifli: Foto di Ijazah Tak Mungkin Jokowi, Bahkan Operasi Plastik Tak Bisa Ubah Ini

Adapun Kementerian Perhubungan China, Houthi dan Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan tanggapan resmi mengenai kabar pembicaraan tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: