Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anak Buah Netanyahu Kritik Trump, Hubungan Israel dan Amerika Retak Gegara Perang Iran

        Anak Buah Netanyahu Kritik Trump, Hubungan Israel dan Amerika Retak Gegara Perang Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Retaknya hubungan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) terkait Iran kembali mencuat. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir secara terbuka menyindir pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang dinilainya terlalu percaya bahwa Iran akan menghentikan program nuklirnya melalui jalur diplomasi.

        Ben-Gvir mengatakan Amerika Serikat bersikap terlalu naif apabila meyakini Teheran akan secara sukarela meninggalkan ambisi nuklir maupun tujuan strategisnya terhadap Israel.

        Baca Juga: Baca Juga: Presiden Amerika Kembali Ngamuk ke Iran: Izinkan Inspeksi ke Teheran atau Negosiasi Berhenti

        "Amerika sangat naif jika berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya, membatalkannya dan menyerahkan mimpi mereka untuk menghancurkan Israel," kata Ben-Gvir, dikutip dari Channel 7 Israel, Rabu (24/6).

        Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Washington dan Teheran membangun kesepakatan jangka panjang setelah serangkaian negosiasi yang berlangsung di Swiss. Pemerintahan Trump sebelumnya mengklaim telah membuat kemajuan signifikan, termasuk kesediaan Iran membuka akses bagi inspeksi nuklir internasional.

        Namun Ben-Gvir menegaskan Israel tidak bisa menggantungkan keamanan nasionalnya pada hasil negosiasi yang dipimpin Amerika Serikat. Menurut dia, ancaman Iran merupakan tanggung jawab Israel sendiri sehingga Tel Aviv harus siap mengambil tindakan secara mandiri apabila diperlukan.

        "Merupakan tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak melawannya sendirian," tegasnya.

        Ia bahkan menekankan bahwa tidak ada keadaan apa pun yang dapat memaksa Israel mengikuti sepenuhnya arahan negara sahabat, termasuk Amerika Serikat.

        "Tidak ada keadaan yang dapat memaksa kami bertindak sesuai arahan seorang teman, sekalipun teman itu sangat besar," ujarnya.

        Pernyataan Ben-Gvir dinilai sebagai sinyal bahwa sebagian elite pemerintahan Israel masih meragukan efektivitas pendekatan diplomatik yang ditempuh Washington terhadap Iran.

        Perbedaan pandangan antara kedua sekutu tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir, terutama terkait operasi militer Israel di Lebanon dan pendekatan terhadap Iran.

        Ketegangan bahkan sempat mencuat setelah Wakil Presiden AS JD Vance melontarkan kritik terbuka terhadap sejumlah menteri kabinet Israel. Ia sebelumnya mengecam para pejabat Israel yang dianggap terus menyerang dan mengkritik Washington, padahal menurutnya Amerika Serikat merupakan satu-satunya sekutu kuat yang masih dimiliki Israel di panggung internasional.

        Komentar tersebut memicu reaksi keras di Israel dan memperlihatkan adanya perbedaan sikap yang semakin terbuka antara Washington dan Tel Aviv terkait cara menghadapi Iran serta dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

        Baca Juga: Netanyahu Dikecam Elite Israel, Operasi Penyelundupan Puluhan Ribu Starlink Gagal Hancurkan Iran

        Dengan pernyataan terbaru Ben-Gvir, tekanan terhadap strategi diplomasi Trump diperkirakan akan semakin meningkat, terutama jika negosiasi dengan Iran gagal menghasilkan jaminan yang dianggap cukup oleh pemerintah Israel.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: