Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Murka, Tuding NATO Ikut Perang Setelah Bos Aliansi Bongkar Dukungan untuk AS

        Iran Murka, Tuding NATO Ikut Perang Setelah Bos Aliansi Bongkar Dukungan untuk AS Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, justru memicu badai baru di tengah ketegangan pascaperang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

        Pemerintah Iran secara terbuka menuduh NATO ikut terlibat dalam konflik setelah Rutte mengungkap adanya dukungan negara-negara anggota aliansi tersebut terhadap operasi militer Amerika selama perang berlangsung.

        Tuduhan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang menyebut pernyataan Rutte sebagai bukti nyata keterlibatan NATO dalam serangan terhadap negara berdaulat.

        Menurut Baghaei, pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa dukungan yang diberikan sejumlah negara anggota NATO tidak lagi bisa dianggap sekadar bantuan biasa, melainkan bagian dari operasi militer yang menyasar Iran.

        "Ini merupakan pengakuan yang jelas dan memberatkan mengenai keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi ilegal terhadap sebuah negara anggota PBB yang berdaulat," kata Baghaei.

        Iran juga menuding NATO telah melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa karena ikut mendukung operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

        Kontroversi bermula ketika Mark Rutte memberikan wawancara kepada media Amerika Serikat dan menjelaskan bagaimana sejumlah negara anggota NATO membantu kelancaran operasi militer Washington selama perang dengan Iran.

        Dalam keterangannya, Rutte menyebut pangkalan militer Amerika di berbagai negara Eropa digunakan untuk mendukung pergerakan pesawat tempur dan pesawat tanker militer.

        "Satu demi satu negara, satu demi satu sekutu, telah menyediakan pangkalan-pangkalan mereka," ujar Rutte.

        Ia bahkan mengungkap bahwa ribuan penerbangan militer dilakukan dari pangkalan-pangkalan yang berada di wilayah negara anggota NATO untuk mendukung operasi yang dikenal sebagai Operation Epic Fury.

        "Itu berarti ada sekitar 4.000 hingga 5.000 pesawat yang lepas landas dari pangkalan-pangkalan Eropa untuk mendukung Epic Fury," ungkapnya.

        Pernyataan tersebut langsung menjadi amunisi diplomatik bagi Teheran yang selama ini berupaya menunjukkan bahwa perang melawan Iran bukan hanya melibatkan Amerika Serikat dan Israel semata.

        Baca Juga: Di Depan Bos NATO, Trump Protes Tak Ada Sekutu yang Bantu AS Perang Lawan Iran

        Di tengah polemik yang berkembang, Italia justru mengambil jarak dari pernyataan bos NATO tersebut dan membantah adanya keterlibatan langsung dalam operasi tempur.

        Pemerintah Italia menegaskan bahwa fasilitas yang diberikan kepada Amerika Serikat hanya sebatas dukungan teknis dan logistik yang sesuai dengan aturan internasional serta tidak berkaitan dengan operasi militer ofensif terhadap Iran.

        Perselisihan ini memperlihatkan bagaimana pengakuan Mark Rutte tidak hanya memancing kemarahan Iran, tetapi juga memunculkan ketegangan baru di antara negara-negara anggota NATO yang kini ikut terseret dalam sorotan konflik Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: