Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Depan Bos NATO, Trump Protes Tak Ada Sekutu yang Bantu AS Perang Lawan Iran

Di Depan Bos NATO, Trump Protes Tak Ada Sekutu yang Bantu AS Perang Lawan Iran Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku kecewa terhadap negara-negara anggota NATO. Kekecewaan itu disampaikan karena tidak ada dukungan militer dari sekutu saat konflik melawan Iran berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Trump menerima Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Gedung Putih. Pertemuan berlangsung di Ruang Oval pada Rabu (24/6) waktu setempat.

"Kami merasa kecewa. Kami sama sekali tidak membutuhkan bantuan untuk hal ini. Kami benar-benar melumpuhkan (Iran) pada minggu pertama, namun alangkah baiknya jika mereka berkata, 'Kami ingin membantu,'" kata Trump.

Meski demikian, Trump menegaskan AS tidak membutuhkan bantuan untuk memenangkan konflik tersebut. Ia menyebut operasi militer terhadap Iran sudah berjalan efektif sejak pekan pertama.

Rutte kemudian memberikan pembelaan terhadap negara-negara anggota NATO. Menurutnya, Eropa tetap berperan penting dalam mendukung operasi militer Amerika Serikat.

"Menurut saya, akan sangat sulit untuk menangani situasi Iran tanpa keberadaan Eropa sebagai landasan proyeksi kekuatan bagi Amerika Serikat," ujar Rutte.

Rutte menjelaskan ribuan pesawat militer AS menggunakan pangkalan di Eropa selama konflik berlangsung. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi faktor penting bagi operasi militer Washington.

Dalam kesempatan itu, Rutte juga memuji Trump terkait peningkatan anggaran pertahanan NATO. Ia bahkan menunjukkan grafik bertajuk "Trump Trillion" yang menggambarkan kenaikan belanja pertahanan Eropa dan Kanada.

Baca Juga: Diungkap Lembaga Amerika, Kebijakan Trump Bikin Washington Kehilangan Martabat di Mata Dunia

Pernyataan Trump muncul menjelang KTT NATO yang akan digelar di Ankara, Turki. Pertemuan para pemimpin 32 negara anggota dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Juli mendatang.

Diketahui, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Trump disebut tidak berkonsultasi dengan NATO sebelum operasi tersebut dilakukan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: