Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perusahaan Masa Depan Ditentukan Keputusan Investasi, Bukan Sekadar Target ESG

        Perusahaan Masa Depan Ditentukan Keputusan Investasi, Bukan Sekadar Target ESG Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kepemimpinan perusahaan dan kebijakan alokasi modal dinilai akan menjadi faktor utama yang menentukan perusahaan mampu bertahan dan unggul dalam era bisnis berkelanjutan. Keberhasilan perusahaan tidak lagi diukur dari banyaknya target lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) yang diumumkan, melainkan sejauh mana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam pengambilan keputusan bisnis sehari-hari.

        Pandangan tersebut mengemuka dalam Asia-Pacific Sustainable Business Summit 2026 yang mempertemukan pelaku usaha dan praktisi keberlanjutan dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

        Managing Partner SW Sustainability Center, Febryanti Simon, mengatakan tantangan terbesar perusahaan saat ini bukan lagi menyusun strategi ESG atau menerbitkan laporan keberlanjutan, tetapi memastikan komitmen tersebut menjadi dasar dalam setiap keputusan bisnis.

        “Keberlanjutan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan apabila hanya berhenti pada target dan pelaporan. Keberlanjutan harus menjadi bagian dari keputusan investasi, inovasi, pengembangan produk, hingga manajemen risiko perusahaan,” ujar Febryanti.

        Menurutnya, perusahaan yang memiliki daya saing pada masa mendatang adalah perusahaan yang mampu menghubungkan kinerja keuangan dengan kinerja keberlanjutan. Integrasi tersebut dinilai dapat membantu perusahaan memenuhi ekspektasi regulator dan investor sekaligus memperkuat ketahanan bisnis menghadapi perubahan pasar, perkembangan teknologi, serta risiko lingkungan dan sosial.

        Febryanti menilai fungsi keuangan memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan menjadi bagian dari penciptaan nilai perusahaan.

        “Ketika keberlanjutan mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, membuka akses pendanaan, dan mengurangi risiko bisnis, maka keberlanjutan telah menjadi investasi, bukan biaya.”

        Baca Juga: Peringkat Daya Saing Ekonomi RI Turun ke Posisi 48 Dunia, Pemerintah Kaji Penyebabnya

        Baca Juga: Kemnaker Andalkan Hubungan Industrial Transformatif untuk Jaga Daya Saing Investasi

        Ia juga menegaskan bahwa alokasi modal menjadi indikator paling nyata dalam mengukur tingkat kematangan implementasi keberlanjutan di suatu perusahaan.

        “Perusahaan dapat memiliki berbagai kebijakan dan komitmen keberlanjutan. Namun pada akhirnya, prioritas perusahaan tercermin dari bagaimana mereka mengalokasikan sumber daya dan investasinya. Di situlah kita dapat melihat apakah keberlanjutan benar-benar menjadi bagian dari strategi bisnis,” kata Febryanti.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: