Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Darurat TBC, DPR Dorong MBG Jadi Senjata Lawan Penyakit Mematikan

        Indonesia Darurat TBC, DPR Dorong MBG Jadi Senjata Lawan Penyakit Mematikan Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tingginya angka kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia mendorong DPR mendukung usulan agar penderita penyakit tersebut masuk dalam daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        Dukungan itu muncul karena Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC terbesar di dunia, sementara pemenuhan gizi dinilai berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan pasien.

        Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mengatakan penanganan TBC harus menjadi prioritas nasional mengingat jumlah kasus dan angka kematiannya yang masih sangat tinggi.

        Menurutnya, usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar penderita TBC menerima manfaat MBG layak dipertimbangkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

        "Saya berharap permintaan Menkes bisa diakomodir oleh BGN, karena kasus TBC di Indonesia sangat tinggi. Ada sekitar 1 juta kasus dan ada sekitar 125 ribu kematian setiap tahun, dan Indonesia nomor 2 di dunia negara paling banyak mengalami penderita TBC setelah India," kata Yahya.

        Ia menilai pemberian asupan gizi yang lebih baik kepada pasien TBC dapat membantu mengurangi beban penyakit sekaligus mendukung proses penyembuhan yang lebih optimal.

        Meski demikian, Yahya mengingatkan BGN saat ini juga sedang melakukan penyesuaian sasaran penerima MBG dengan memprioritaskan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

        Langkah tersebut dilakukan karena salah satu tujuan utama MBG adalah menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional.

        "Saya menghargai permintaan Menkes untuk memberikan MBG kepada penderita TBC, karena akan meringankan beban penyakitnya," ujarnya.

        Dukungan serupa juga disampaikan anggota Komisi IX DPR sekaligus Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago yang menilai usulan tersebut sangat masuk akal.

        Menurut Irma, banyak penderita TBC berasal dari kelompok masyarakat dengan kondisi gizi yang kurang baik sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

        "Harus diakui penderita TBC rata-rata diidap oleh pasien dengan kondisi gizi buruk. Oleh karena itu, wajar jika Pak Menteri ingin agar penderita TBC menjadi salah satu penerima manfaat MBG," kata Irma.

        Meski mendukung, Irma mengingatkan pemerintah harus memastikan data penerima manfaat akurat agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

        Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa berbagai penelitian internasional menunjukkan asupan gizi yang cukup mampu memperkuat daya tahan tubuh penderita TBC sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

        Baca Juga: Prabowo Tantang Pengkritik MBG, Minta Tanya Langsung ke Petani dan Anak-Anak

        Budi juga mengingatkan bahwa ancaman TBC di Indonesia masih sangat serius dengan angka kematian yang terus tinggi setiap tahunnya.

        "Jadi kita ngomong lima menit, yang meninggal dua di Indonesia TBC," kata Budi.

        Karena itu, pemerintah kini mempertimbangkan berbagai langkah untuk memperkuat penanganan TBC, termasuk kemungkinan memasukkan para penderita ke dalam program MBG yang selama ini menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: