Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasar Saham Merah Membara! IHSG Gagal Bertahan di Level 6.000

        Pasar Saham Merah Membara! IHSG Gagal Bertahan di Level 6.000 Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan akhir pekan, Jumat (26/6), setelah turun 1,72% ke level 5.896,02. Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan yang melanda hampir seluruh sektor, dengan hanya sektor keuangan yang mampu bertahan di zona hijau.

        IHSG sempat dibuka di level 6.010,34, menyentuh level tertinggi 6.045,26, sebelum berbalik melemah hingga menyentuh level terendah 5.830,14 dan akhirnya ditutup di kisaran 5.896.  

        Tekanan jual terlihat merata di berbagai sektor. Sektor bahan baku (basic industry) menjadi penekan terbesar dengan pelemahan 5,00%, disusul sektor industri 4,23%, sektor barang konsumsi siklikal (cyclical) 2,96%, sektor energi 2,62%, teknologi 2,51%, transportasi 2,42%, infrastruktur 2,40%, properti 1,94%, barang konsumsi primer (non-cyclical) 1,26%, dan kesehatan 0,82%. Di sisi lain, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03%.

        Secara keseluruhan, tekanan pasar juga tercermin dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 590 saham ditutup turun, hanya 130 saham menguat, sedangkan 239 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi mencapai Rp12,72 triliun dengan volume perdagangan 19,11 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,52 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.301 triliun.

        Pada kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu penopang indeks setelah menguat 2,49% ke level 6.175 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp753 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga ditutup naik 0,70% ke level 2.870.

        Sebaliknya, sejumlah saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 8,22% ke level 3.350, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melemah 3,70% ke level 182.000, sementara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkoreksi 0,42% ke level 11.750.

        Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.010, Sentimen Status MSCI Jadi Penopang

        Baca Juga: Meski IHSG Ambruk, Premi Unit Link Justru Melonjak 11%!

        Di jajaran saham dengan pelemahan terdalam (top losers), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) memimpin setelah anjlok 14,88%, diikuti PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) yang turun 14,83%, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) melemah 14,68%, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) turun 14,64%, dan PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) terkoreksi 14,59%.

        Sementara itu, saham-saham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) dipimpin PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) yang melonjak 34,74%. Posisi berikutnya ditempati PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang naik 25,00%, PT Arthavest Tbk (ARTA) menguat 23,15%, PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) naik 20,23%, serta PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) yang bertambah 19,72%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: