Kredit Foto: Istimewa
Bandara Husein Sastranegara di Bandung akan kembali melayani penerbangan komersial mulai 17 September 2026. Pemerintah memastikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tetap dioptimalkan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Kertajati tidak akan dibiarkan mangkrak. Pemerintah menyiapkan berbagai aktivitas pendukung industri penerbangan di bandara tersebut.
"Kaitannya Bandara Husein dengan Kertajati, kita terus mendorong Kertajati untuk dioptimalkan. Optimalisasinya bagaimana seperti yang sudah-sudah dan itu sudah berjalan di sana," ujar Dudy, Jumat (26/6/2026).
Menurut Dudy, optimalisasi tidak hanya melalui penerbangan komersial. Pemerintah juga mendorong kegiatan perawatan dan pemeliharaan pesawat di Kertajati.
"Jadi di mana tidak hanya penerbangan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan seperti maintenance dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati," katanya.
Salah satu perusahaan yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut adalah PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF). Perusahaan itu sedang memindahkan fasilitas MRO helikopter ke Bandara Kertajati.
Selain itu, Kementerian Pertahanan juga membahas peluang kerja sama dengan pabrikan pesawat asal Amerika Serikat. Kerja sama itu diarahkan untuk menjadikan Kertajati sebagai lokasi perawatan pesawat Hercules C-130.
Baca Juga: Kronologi WNA Uzbekistan Tertipu Taksi Gelap di Bandara Soekarno-Hatta
"Kita terbuka apa saja yang berkaitan dengan optimalisasi Bandara Kertajati. Kita fokusnya ada bagaimana supaya bandara itu bisa beroperasi secara optimal," kata Dudy.
"Kegiatan apapun yang berkaitan dengan penerbangan itu pasti kita akan dorong. Baik itu untuk penerbangannya maupun pengoperasian perawatan pesawat dan sebagainya," tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy