Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Injak Kepala Kerbau, Jokowi Disindir Penuh Dendam

        Injak Kepala Kerbau, Jokowi Disindir Penuh Dendam Kredit Foto: Akun X @DianSandiU
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti prosesi adat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026). Dalam acara tersebut, Jokowi resmi dianugerahi gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” setelah menjalani ritual menginjak kepala kerbau.

        Jhon menilai aksi tersebut memiliki makna simbolik yang lebih dalam. Menurutnya, Jokowi seolah merendahkan “rumah politik” yang dulu membesarkannya.

        "Jokowi tidak sedang menginjak kepala kepala banteng, tapi merendahkan rumah yang dulu membesarkannya lewat simbol adat," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (26/6).

        "Begitulah PENGHIANAT, dendam dihatinya tidak akan selesai. Isi kepalanya penuh dengan AMARAH yang dibungkus dengan wajah yang DUNGU dan PLANGA PLONGO," imbuhnya.

        Sebagai informasi, dalam pakem budaya masyarakat adat Lampung Pepadun (khususnya dalam upacara besar seperti Begawi atau penganugerahan gelar) ritual yang melibatkan kepala kerbau memiliki filosofi sakral, yaitu:

        1. Simbol Pengorbanan dan Rasa Syukur: Kerbau merupakan hewan kurban paling tinggi nilainya dalam adat Lampung. Menyembelih kerbau menandakan pengorbanan besar dan wujud rasa syukur atas tercapainya suatu urusan besar.

        Baca Juga: Safari Jokowi di Lampung Diguncang Aksi Ibu-Ibu Hitam

        2. Keabsahan Gelar Adat: Menginjak kepala kerbau atau menerima suapan nasi adat merupakan penanda sahnya seseorang dinobatkan dan naik status sosialnya menjadi bagian dari keluarga besar adat (Penyimbang).

        3. Falsafah Piil Pesenggiri: Pemimpin adat setempat, Sultan Seghayo Dipuncak Nur (Mawardi Harirama), menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini membawa nilai Nemui Nyimah, yaitu penghormatan tinggi kepada tamu agung dan upaya mempererat silaturahmi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: