Kredit Foto: PNM
Pengamat politik Adi Prayitno memperingatkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk tidak terlalu menggantungkan harapan pada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) agar bisa lolos ke Parlemen pada Pemilu 2029.
Menurut Adi, anatomi kekuatan politik dalam Pemilu Legislatif (Pileg) terletak pada caleg-caleg yang diusung partai, bukan pada figur Jokowi.
"Jadi bagi saya satu sisi memang PSI itu tidak terlampau. Mestinya jangan terlampau berharap dengan Pak Jokowi karena di pileg nanti, di situ tidak ada nama Jokowi, tidak ada wajah Jokowi yang ada dalam kertas suara," ungkap Adi dalam Kanal YouTube Adi Prayitno, dikutip Senin (29/6).
Adi menegaskan, pertaruhan sesungguhnya bagi PSI ada pada kualitas caleg yang mereka usung.
"Yang ada dalam kertas suara itu adalah semua caleg-caleg yang diusung oleh semua partai politik. Nah, caleg-nya itulah yang kemudian akan menjadi pertaruhan yang sesungguhnya bagi PSI," imbuhnya.
Sebelumnya, saat menghadiri Rakorda DPD PSI Tulang Bawang, Lampung, Jumat (26/6/2026), Jokowi menyatakan optimis PSI akan berhasil masuk ke Parlemen pada Pemilu 2029.
Menurut Jokowi, hal itu bisa terwujud jika seluruh struktur partai bekerja hingga ke tingkat paling bawah dan selalu hadir di tengah masyarakat.
"Misalnya ada tetangganya yang kematian, datang takziah. Ada tetangganya yang kawinan, datang mengucapkan ikut bahagia. Ada persaudaraan yang agak jauh, sakit kalau perlu diantar ke rumah sakit. Tindakan-tindakan seperti itulah yang akan memberikan nama baik kepada PSI. PSI itu selalu mengawal dan mendampingi rakyat pada saat sulit pada saat kesusahan," ujarnya.
Baca Juga: PSI Incar Pemilih Jokowi, Tapi Segmen Itu Sudah Dikuasai Golkar, Gerindra, PDIP
Jokowi menegaskan, kerja kolektif dari DPP hingga DPRt akan menjadi kunci.
"Saya yakin apabila ini kita lakukan bersama-sama dari tingkat DPP, DPW, DPD. DPC sampai DPRt kita bekerja bersama-sama, saya yakin nanti tahun 2029 PSI, kalau persoalan masuk parlemen itu, saya tidak mendahului saya berani memastikan pasti masuk parlemen," kata dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: