Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Golden Boot Piala Dunia 2026 Memanas, Jalur Messi Lebih Ringan tapi Ancaman Datang dari Mana-mana

        Golden Boot Piala Dunia 2026 Memanas, Jalur Messi Lebih Ringan tapi Ancaman Datang dari Mana-mana Kredit Foto: FIFA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lionel Messi memang masih memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026, tetapi peluangnya membawa pulang Sepatu Emas masih jauh dari kata aman karena babak gugur berpotensi mengubah peta persaingan dalam sekejap.

        Kapten Argentina itu menutup fase grup dengan koleksi enam gol dari tiga pertandingan sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sementara di turnamen.

        Keunggulan dua gol atas para pesaingnya memang terlihat nyaman di atas kertas, tetapi format fase gugur membuat satu penampilan gemilang dapat langsung mengubah klasemen top skor.

        Apalagi para rival Messi masih terus bertahan di turnamen dan memiliki peluang memainkan lebih banyak pertandingan apabila berhasil membawa negaranya melaju hingga semifinal atau final.

        Di posisi kedua, terdapat empat nama yang sama-sama mengoleksi empat gol, yakni Kylian Mbappe bersama Prancis, Ousmane Dembele yang juga tampil tajam untuk Les Bleus, Vinicius Junior bersama Brasil, serta Erling Haaland yang memimpin lini depan Norwegia.

        Sementara itu Harry Kane masih membayangi dengan tiga gol dan tetap menjadi salah satu striker paling berbahaya memasuki fase knockout.

        Persaingan semakin menarik karena jalur menuju babak akhir turnamen tidak sepenuhnya sama bagi setiap kandidat peraih Golden Boot.

        Argentina justru dinilai memiliki lintasan yang relatif lebih bersahabat dibandingkan sejumlah rival utama Messi.

        La Albiceleste akan menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar sebelum berpotensi bertemu Australia atau Mesir apabila berhasil lolos ke fase berikutnya.

        Di atas kertas, lawan-lawan tersebut memberi peluang lebih besar bagi Messi untuk kembali menambah pundi-pundi gol.

        Situasi berbeda dialami para pesaingnya yang harus menghadapi lawan lebih berat sejak awal babak gugur.

        Brasil misalnya harus berhadapan dengan Jepang yang tampil disiplin sepanjang fase grup, sementara Norwegia diperkirakan menghadapi ujian berat saat melawan Pantai Gading.

        Prancis pun tidak bisa menganggap enteng setiap pertandingan karena lawan-lawan di bagan mereka memiliki kualitas yang mampu menghentikan langkah Mbappe maupun Dembele.

        Meski begitu, keunggulan Messi belum tentu bertahan hingga akhir turnamen.

        Babak gugur selalu menjadi panggung utama bagi para penyerang untuk mencetak gol dalam jumlah besar.

        Satu pertandingan yang berakhir dengan dua atau tiga gol sudah cukup membuat selisih di daftar top skor berubah drastis.

        Mbappe pernah membuktikan kemampuannya tampil eksplosif pada fase knockout Piala Dunia 2022, sedangkan Dembele baru saja mencuri perhatian setelah mencetak hattrick hanya dalam waktu sekitar 30 menit saat Prancis menghancurkan Norwegia di fase grup.

        Baca Juga: Messi Ukir Rekor yang Belum Pernah Ada di Sejarah Piala Dunia, Tak Satu Pun Legenda Mampu Menyamainya

        Vinicius Junior juga terus menjadi andalan Brasil, sementara Haaland tetap dikenal sebagai mesin gol yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan sedikit peluang.

        Harry Kane pun belum bisa dicoret dari persaingan.

        Kapten Inggris itu tampil konsisten sepanjang musim 2025/2026 dengan mencatatkan 70 gol dalam 60 pertandingan bersama Bayern Munchen dan Timnas Inggris.

        Produktivitas tersebut menjadi modal penting bagi Kane untuk mengejar para pesaingnya apabila Inggris mampu melangkah jauh.

        Selain nama-nama besar tersebut, beberapa pemain lain juga masih berpotensi memberi kejutan dalam perebutan Golden Boot.

        Deniz Undav dari Jerman, Brian Brobbey dari Belanda, Matheus Cunha dari Brasil, Jonathan David dari Kanada hingga Mikel Oyarzabal bersama Spanyol masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi mereka selama fase gugur berlangsung.

        Persaingan Golden Boot Piala Dunia 2026 pun diprediksi menjadi salah satu yang paling sengit dalam beberapa edisi terakhir.

        Messi memang berada di garis depan untuk meraih penghargaan individu tersebut, tetapi perjalanan menuju trofi pencetak gol terbanyak masih sangat panjang.

        Dengan banyaknya kandidat yang masih bertahan dan peluang tampil hingga tujuh pertandingan di fase gugur, perebutan Sepatu Emas kemungkinan baru akan ditentukan pada laga-laga terakhir turnamen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: