Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertamina Manfaatkan Panas Bumi untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi dan Dorong Ekspor

        Pertamina Manfaatkan Panas Bumi untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi dan Dorong Ekspor Kredit Foto: PGE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memanfaatkan energi panas bumi di Kamojang, Jawa Barat, untuk meningkatkan produktivitas industri kopi lokal melalui teknologi Geothermal Dry House. Inovasi tersebut mempercepat proses pengeringan biji kopi hingga tiga kali lipat sekaligus meningkatkan kualitas produk yang telah menembus pasar ekspor.

        Teknologi Geothermal Dry House memanfaatkan steam trap dari fasilitas panas bumi sebagai sumber panas dalam proses pengeringan kopi. Melalui metode tersebut, waktu pengeringan yang sebelumnya mencapai 30–45 hari dapat dipangkas menjadi 3–10 hari dengan tingkat efisiensi hingga 300%.

        Peningkatan efisiensi tersebut berdampak pada kapasitas produksi, penurunan biaya operasional, serta kualitas biji kopi yang lebih seragam sehingga memiliki nilai tambah di pasar.

        Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan pengembangan panas bumi di Kamojang tidak hanya difokuskan pada penyediaan energi bersih, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

        “Seratus tahun lalu, potensi panas bumi Indonesia pertama kali ditemukan di Kamojang. Hari ini, kita melihat bagaimana sejarah tersebut berkembang tidak hanya menjadi sumber energi bersih yang andal namun sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Baron saat mengunjungi PGE Area Kamojang, Jumat (26/6/2026).

        Menurutnya, pemanfaatan langsung energi panas bumi menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal.

        Kawasan Kamojang yang berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu sentra produksi kopi Arabika di Jawa Barat. Melalui program tersebut, PGE bermitra dengan tiga kelompok tani, yakni Ecovill, Akkar, dan Penyoeka Kopi, yang melibatkan sekitar 320 keluarga petani kopi.

        Kopi yang dihasilkan melalui program tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara di Asia dan Eropa dengan total ekspor mencapai 20 ton.

        Baca Juga: 10 Jenis Kopi Indonesia yang Mendunia, Nomor 5 Masuk Kategori Termahal di Dunia

        Baca Juga: Menangguk Cuan di Lingkar Industri, Kisah Kedai Kopi di Bahodopi Beromzet Ratusan Juta

        Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Muhammad Taufik mengatakan pemanfaatan langsung panas bumi menjadi salah satu upaya memperluas manfaat ekonomi dari pengembangan energi terbarukan.

        “Seratus tahun perjalanan panas bumi di Indonesia menunjukkan bahwa energi ini merupakan sumber daya yang berkelanjutan dan berasal dari potensi asli Indonesia. Melalui inovasi seperti Geothermal Dry House, kami ingin memperlihatkan bahwa panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

        Selain mendukung pengembangan usaha kopi, PGE menyatakan program pemberdayaan masyarakat di Area Kamojang telah menjangkau sekitar 15.000 penerima manfaat pada sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan wilayah di sekitar area operasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: