Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Kena Prank? Iran Bantah Keras Ada Pertemuan Rahasia di Qatar Hari Ini!

        Trump Kena Prank? Iran Bantah Keras Ada Pertemuan Rahasia di Qatar Hari Ini! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Iran membantah keras klaim sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana pertemuan kedua negara. Teheran menegaskan tidak ada jadwal negosiasi dalam tingkat apa pun dengan Washington dalam waktu dekat.

        "Tidak akan ada pertemuan negosiasi dengan pihak Amerika pada tingkat mana pun dalam beberapa hari ke depan," tegas Esmaeil Baghaei.

        Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran tersebut menyatakan pihaknya kini hanya fokus pada pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) damai. Perjanjian tersebut telah diteken oleh kedua belah pihak sejak dua pekan lalu.

        Saat ini AS diketahui telah menerbitkan izin penjualan minyak mentah untuk pihak Iran. Teheran pun terus memantau proses pelaksanaan izin tersebut di lapangan.

        Delegasi pakar Iran juga dijadwalkan akan segera bertolak menuju Doha pada akhir pekan ini. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengurus pencairan aset-aset negara yang selama ini dibekukan.

        Pihak Iran memastikan belum mau masuk ke dalam tahap negosiasi kesepakatan damai akhir. Pembahasan akhir baru bisa dimulai jika poin-poin dalam MoU sebelumnya sudah terpenuhi secara berkelanjutan.

        Baghaei kembali menegaskan kehadiran utusan Washington di Qatar sama sekali tidak berkaitan dengan urusan negaranya. Pihaknya meminta media tidak mengaitkan misi teknis Iran dengan perwakilan Amerika Serikat.

        Baca Juga: Ultimatum Keras Trump: Harga BBM Harus Segera Turun atau Terima Akibatnya!

        Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan bahwa pertemuan tingkat tinggi dengan Iran akan digelar di Doha pada Selasa ini. Trump bahkan mengklaim bahwa pertemuan tersebut terjadi atas permintaan dari pihak Teheran.

        Gedung Putih juga sempat menyatakan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan hadir. Pertemuan ini awalnya direncanakan pasca-ketegangan baru yang melibatkan konflik di Selat Hormuz.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: