Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Tegaskan Tak Akan Bangun Senjata Nuklir, Respons Klaim Trump soal Kesepakatan Denuklirisasi

        Iran Tegaskan Tak Akan Bangun Senjata Nuklir, Respons Klaim Trump soal Kesepakatan Denuklirisasi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa mereka tidak memiliki niat mengembangkan senjata nuklir, meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Teheran telah menyetujui proses denuklirisasi dalam pembicaraan dengan Washington.

        Penegasan itu disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di tengah mencuatnya pernyataan Trump mengenai rencana pertemuan delegasi Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar.

        Pezeshkian mengatakan posisi Iran tidak berubah sejak lama karena program nuklir negaranya hanya ditujukan untuk kepentingan damai, bukan untuk memproduksi senjata.

        Ia mengingatkan bahwa mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya telah menegaskan Iran tidak pernah memiliki niat membuat senjata nuklir.

        "Mendiang Ayatollah Ali Khamenei telah menyatakan dengan jelas bahwa Iran tidak berniat membuat senjata nuklir," kata Pezeshkian seperti dikutip kantor berita ISNA dan Middle East Monitor.

        Menurut Pezeshkian, Iran tetap berkomitmen menjalankan aktivitas nuklir sesuai kebutuhan nasional serta berada dalam kerangka kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

        "Kami meyakinkan masyarakat internasional bahwa aktivitas-aktivitas ini akan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan segera dan dalam kerangka kebijakan yang telah kami tetapkan," ujarnya.

        Dalam pernyataan terpisah melalui media sosial X, Pezeshkian juga menegaskan Iran tetap membuka peluang menjalankan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat apabila Washington turut memenuhi komitmennya.

        Namun, ia mengingatkan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam apabila kesepakatan tersebut dilanggar.

        "Saling pengertian adalah jalan dua arah. Jika pihak Amerika mematuhi kesepakatan tersebut, kami juga akan memenuhi komitmen kami," kata Pezeshkian.

        Ia menambahkan Iran tetap siap mempertahankan diri secara tegas apabila diperlukan.

        Pernyataan Presiden Iran itu muncul setelah Donald Trump mengklaim Teheran telah menerima agenda denuklirisasi yang akan menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan tingkat tinggi di Doha, Qatar.

        Trump menyebut Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dan bahkan mengaku telah memperoleh persetujuan dari Teheran mengenai hal tersebut.

        "Ini soal denuklirisasi Iran. Kita tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Mereka sudah menyetujui hal tersebut," klaim Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih.

        Presiden AS itu juga menyatakan pertemuan antara delegasi Washington dan Teheran akan berlangsung di Doha pada Selasa waktu setempat.

        "Pertemuan di Doha itu mungkin akan menjadi pertemuan yang penting, mungkin juga tidak. Kita lihat saja nanti," ujar Trump.

        Baca Juga: Menhan Israel Kecewa, Donald Trump Sengaja Sandera Konflik Lebanon Demi Damai dengan Iran!

        Gedung Putih sebelumnya menyebut utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan penasihat sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, akan menghadiri pertemuan tersebut.

        Namun, pemerintah Iran justru membantah adanya agenda pertemuan maupun negosiasi dengan Amerika Serikat di Qatar dalam waktu dekat.

        Perbedaan pernyataan dari kedua negara kembali memperlihatkan masih lebarnya jarak pandangan mengenai masa depan program nuklir Iran, meski kedua pihak sama-sama mengisyaratkan peluang diplomasi tetap terbuka.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: