Kredit Foto: Annisa Nurfitri
PT Sucor Sekuritas memperkuat literasi investasi di tengah tekanan pasar saham dengan menggelar program edukasi S-Talks bersama komunitas investor Belimbing Stocks di Jakarta, Jumat (27/6/2026). Langkah tersebut dilakukan ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tren pelemahan sehingga investor dinilai perlu memperkuat pemahaman terhadap analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.
Program edukasi tersebut menghadirkan sesi fundamental course, paparan kondisi pasar dari tim riset Sucor Sekuritas, serta presentasi manajemen PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengenai kinerja dan strategi ekspansi perseroan.
Kegiatan itu digelar di tengah pelemahan IHSG yang pada perdagangan Senin (29/6/2026) ditutup turun 1,28% ke level 5.820 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian 5.942. Koreksi tersebut memperpanjang tekanan pasar seiring sentimen global yang masih membayangi pergerakan bursa.
CEO Komunitas Belimbing Stocks, William Setiawan, mengatakan kondisi pasar yang berfluktuasi justru menjadi momentum bagi investor untuk memperdalam pemahaman terhadap fundamental emiten dibanding sekadar mengikuti sentimen jangka pendek.
“Di tengah kondisi pasar yang sedang berfluktuasi, sesi seperti ini justru menjadi sangat relevan. Bukan hanya untuk komunitas kami, tapi bagi seluruh investor Indonesia yang ingin membangun keputusan investasi di atas fondasi yang kuat. Memahami bisnis secara fundamental adalah kunci agar investor tidak mudah terbawa sentimen pasar jangka pendek,” ujar William.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pelatihan membaca laporan keuangan emiten, analisis kondisi pasar terkini, hingga pemaparan langsung dari manajemen RATU mengenai perkembangan bisnis dan ekspansi perusahaan.
William menilai IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi di kisaran 5.700–6.000 dengan tekanan jual yang mulai mereda, tercermin dari volume transaksi harian yang semakin menurun.
Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai melakukan akumulasi pada saham-saham dengan fundamental kuat.
“Valuasi indeks kita saat ini sudah berada di level krisis COVID. Bahkan di beberapa emiten unggulan, valuasinya sudah di bawah level krisis terakhir. Ditambah ada beberapa IPO yang cukup menarik seperti JELI dan PRDL, ini justru bisa menjadi momentum yang baik bagi investor yang berani masuk dengan perspektif jangka panjang,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, manajemen RATU juga memaparkan perkembangan ekspansi bisnis perusahaan. Perseroan baru menyelesaikan akuisisi 20% participating interest (PI) di Madura Strait PSC yang dioperasikan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) melalui anak usaha PT Raharja Energi Madura.
Nilai transaksi mencapai US$141,21 juta, yang terdiri atas akuisisi saham senilai US$62,51 juta, shareholder loan agreement sebesar US$59,20 juta, serta contingent payment maksimal US$19,50 juta. Seluruh manfaat ekonomi atas kepemilikan tersebut berlaku efektif sejak 1 Januari 2026 dan akan tercermin pada laporan keuangan konsolidasian RATU kuartal II-2026.
RATU juga melaporkan pendapatan kuartal I-2026 sebesar US$10,86 juta, turun 18% secara tahunan. Laba bersih tercatat US$4,78 juta, turun 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat penurunan volume lifting dan meningkatnya beban keuangan setelah penerbitan obligasi senilai Rp800 miliar.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Tembus 6.700, Sucor Nilai Valuasi Saham RI Sudah Murah
Baca Juga: Harita Nickel (NCKL) Bagikan Dividen Rp2,7 Triliun, Pemegang Saham Kantongi Rp42,64 per Saham
Meski demikian, perseroan masih membukukan Adjusted EBITDA sebesar US$7,53 juta, sementara total aset meningkat menjadi US$130,2 juta hingga akhir Maret 2026 dari US$76 juta pada akhir 2025. Ekuitas perusahaan tercatat sebesar US$61,4 juta.
Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2025, RATU telah masuk dalam MSCI Small Cap Index, IDX80, memperoleh peringkat idA dari Pefindo, menerbitkan obligasi senilai Rp800 miliar, membagikan dividen tunai Rp45 per saham, serta menyelesaikan akuisisi participating interest di Kasuri Block dan Madura Strait PSC.
Melalui kolaborasi dengan komunitas investor dan emiten, Sucor Sekuritas menyatakan terus membangun ekosistem investasi yang berbasis literasi dan analisis fundamental guna membantu investor menghadapi dinamika pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: