Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perdana, Ikan Bawal Hitam dari Papua Tengah Mulai Laku di Malaysia

        Perdana, Ikan Bawal Hitam dari Papua Tengah Mulai Laku di Malaysia Kredit Foto: BRJ
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencatatkan ekspor perdana sebanyak 42 ton ikan bawal ke Malaysia melalui Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika. Pengiriman yang dikemas dalam tiga kontainer tersebut menjadi langkah awal Papua Tengah dalam memperluas akses produk perikanan ke pasar internasional.

        Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan ekspor perdana ini merupakan tonggak penting bagi pembangunan ekonomi daerah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan hasil tangkapan nelayan lokal kini mampu bersaing di pasar global.

        "Hari ini bukti kerja keras para nelayan telah menembus pasar internasional. Hari ini momentum ketika hasil laut Papua Tengah tidak lagi berhenti di pelabuhan tetapi berlayar menuju pasar dunia dengan membawa nama baik daerah, bangsa dan seluruh masyarakat Papua Tengah," kata Meki di Timika, Selasa (30/6/2026) dikutip dari ANTARA.

        Ikan bawal yang diekspor merupakan hasil tangkapan nelayan lokal di Kabupaten Mimika. Untuk meningkatkan produktivitas, pemerintah provinsi juga memberikan dukungan berupa 10 unit kapal tangkap lengkap dengan mesin kepada para nelayan. Meki memastikan bantuan akan ditambah apabila program tersebut menunjukkan hasil yang baik.

        Menurutnya, potensi perikanan Papua Tengah sangat besar sehingga perlu dikembangkan secara optimal. Keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, koperasi usaha perikanan, pelaku usaha, hingga para nelayan.

        Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen meningkatkan kualitas pelabuhan perikanan, memperluas akses ekspor, memperkuat sertifikasi mutu, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta memastikan keterlibatan masyarakat adat dan orang asli Papua (OAP) dalam seluruh rantai nilai industri perikanan.

        "Kami ingin memastikan bahwa laut Papua Tengah bukan hanya penghasil ikan. Laut Papua Tengah harus menghasilkan kesejahteraan, lapangan kerja, kebanggaan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi Papua Tengah," ujarnya.

        Meki menargetkan ekspor perikanan terus meningkat pada masa mendatang. Menurut dia, pengiriman tiga kontainer pada ekspor perdana ini harus menjadi awal untuk membuka lebih banyak pasar internasional.

        "Hari ini kami mengirim tiga kontainer, besok harus mengirim puluhan kontainer. Hari ini kami membuka satu pasar, besok kami harus membuka lebih banyak pasar dunia," katanya.

        Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah Karlos Matuan menjelaskan, sebanyak 42 ton ikan bawal tersebut dikirim oleh Koperasi Sukses Sejahtera Papua yang menampung hasil tangkapan nelayan lokal sebelum bekerja sama dengan pengusaha yang memiliki fasilitas cold storage untuk penyimpanan.

        Ia mengatakan ikan yang diekspor berasal dari hasil tangkapan nelayan di Kampung Akar, Kampung Kipia, dan Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah.

        Baca Juga: Setelah Banyak Ditutup Prabowo, Laporan Korupsi di BUMN Bakal Dihubungkan Langsung ke KPK

        Karlos menambahkan, ekspor kali ini juga menjadi pencapaian baru karena seluruh proses perizinan ekspor diterbitkan langsung dari Papua Tengah, tidak lagi melalui Surabaya seperti sebelumnya.

        "Pengiriman kali ini izin ekspornya dikeluarkan langsung dari sini. Semua yang dikirim itu box-nya harus berlabel Provinsi Papua Tengah sehingga orang di negara mana saja tahu bahwa ini ikan dari Papua Tengah," ujarnya.

        Menurut Karlos, pemerintah akan mengawal proses distribusi ekspor mulai dari Mimika menuju Surabaya sebelum diteruskan ke Malaysia. Ia memastikan ekspor ini bukan yang terakhir, melainkan menjadi awal dari pengiriman produk perikanan Papua Tengah secara berkelanjutan ke pasar internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: