Ukraina Klaim Jadi Penyebab Kelangkaan Bensin di Rusia, Zelensky: Begitulah Kami Merespons Putin
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim bahwa serangan yang dilakukan pasukannya terhadap fasilitas energi menjadi penyebab utama kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang kini mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah dari Rusia.
Menurut Zelensky, kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari perang yang terus dilanjutkan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia bahkan menyindir situasi ketika warga negara musuh harus mengantre di stasiun pengisian bahan bakar meski negaranya dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia.
Baca Juga: Pelatih Mundur, Orang Titipan Menjadi Penyebab Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026
"Dalam negara penghasil minyak, atau 'pom bensin' sebagaimana Rusia sering dijuluki, kini menghadapi kelangkaan bahan bakar," kata Zelensky, dikutip Rabu (1/7).
Ia menegaskan bahwa kelangkaan tersebut bukan terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan konsekuensi dari keputusan musuh mempertahankan perang melawan Ukraina.
"Ini adalah konsekuensi langsung dari perang. Salah satu dari sekian banyak konsekuensi. Ini juga merupakan contoh bagaimana kami merespons -- dengan presisi, bukan melalui terorisme," ujar Zelensky.
Pernyataan itu disampaikan setelah usulan dari Ukraina ditolak Rusia. Putin menolak usulan untuk menghentikan serangan jarak jauh dan mengurangi intensitas pertempuran. Menurut Zelensky, keputusan tersebut justru memperpanjang penderitaan masyarakat dari Rusia.
Ukraina dalam beberapa bulan terakhir memang meningkatkan intensitas serangan drone terhadap berbagai fasilitas minyak dan kilang di wilayah Rusia. Serangan tersebut ditujukan untuk mengganggu rantai pasokan energi yang menjadi salah satu penopang utama kemampuan logistik militer dari Moskow.
Namun Pemerintah Rusia berupaya meredam kekhawatiran publik. Putin mengakui negaranya memang sedang mengalami kekurangan pasokan bahan bakar, tetapi menegaskan situasinya belum mencapai tingkat yang kritis.
Ia mengatakan pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi persoalan tersebut agar distribusi bahan bakar kembali normal.
Adapun Zelensky menilai kondisi itu menunjukkan bahwa perang tidak hanya berdampak pada medan tempur, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Rusia melalui terganggunya pasokan energi domestik.
Dengan menjadikan infrastruktur energi sebagai sasaran serangan presisi, ia mengklaim mampu memberikan tekanan terhadap musuhtanpa harus menargetkan warga sipil. Menurut Kyiv, strategi tersebut merupakan bagian dari upaya memaksa musuhnya mempertimbangkan kembali keberlanjutan perang yang telah berlangsung sejak 2022.
Baca Juga: Di Balik Pisah Jadwal Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Jokowi Ternyata Akan Dibuat Terpojok
Pernyataan Zelensky sekaligus memperlihatkan bahwa perang kini tidak hanya berlangsung di garis depan pertempuran, tetapi juga merambah sektor ekonomi dan energi. Kelangkaan bahan bakar yang mulai terjadi menjadi salah satu dampak yang diklaim sebagai hasil dari strategi serangan terhadap infrastruktur vital dari Rusia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: