Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Klaim Tetap Untung Meski Tak Ada Kelanjutan Negosiasi dengan Iran: Misi Utama Sudah Tercapai

        Amerika Klaim Tetap Untung Meski Tak Ada Kelanjutan Negosiasi dengan Iran: Misi Utama Sudah Tercapai Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Amerika Serikat (AS) menilai mereka tetap akan memperoleh keuntungan apa pun hasil akhir negosiasi dengan Iran. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut posisi negaranya saat ini merupakan situasi "menang dalam segala skenario" karena tujuan utama pemerintah sudah berhasil dicapai.

        Pernyataan tersebut disampaikannya ketika menjelaskan perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Negosiasi kedua negara saat ini mandek namun masih berlangsung melalui mediasi dari Qatar.

        Baca Juga: Terbongkar! Amerika Tak Mau Teheran Bertahan di Piala Dunia Sejak Laga Iran vs Selandia Baru

        Menurut Vance, apabila proses diplomasi berhasil, pihaknya akan memperoleh keuntungan karena musuh akan menghentikan ambisi senjata nuklir, tidak lagi mendukung kelompok yang dianggap memicu ketidakstabilan kawasan dan kembali menjadi bagian dari ekonomi global.

        "Itu adalah hasil yang sangat baik bagi rakyat Amerika. Itu juga hasil yang baik bagi seluruh kawasan," kata Vance, dikutip Rabu (1/7).

        Namun, Vance menegaskan pihaknya juga tidak merasa dirugikan apabila negosiasi akhirnya gagal. Menurutnya, apabila musuh tidak bersedia memenuhi berbagai tuntutan pemerintah, maka ia tetap menganggap tujuan strategisnya telah tercapai.

        "Jika Iran tidak bersikap sebagaimana mestinya, jika mereka tidak memberikan konsesi yang perlu kami lihat dalam negosiasi, program nuklir mereka tetap telah dihancurkan, kekuatan militer konvensional mereka juga telah dihancurkan, dan kita tetap berada dalam posisi yang jauh lebih kuat dibandingkan Iran," ujar Vance.

        Ia menilai kondisi tersebut membuat pemerintah berada dalam situasi yang sangat menguntungkan baik jika negosiasi berhasil maupun jika tidak berhasil dengan Iran.

        "Kami jelas menginginkan negosiasi berhasil, tetapi bahkan jika negosiasi tidak berhasil, kami telah menyelesaikan misi inti, yaitu memastikan mereka tidak pernah memiliki senjata nuklir. Dengan kata lain, ini adalah hasil menang-menang bagi rakyat dari Amerika," tegasnya.

        Sejauh ini, Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner tengah berupaya untuk bertemu para mediator dan membahas perkembangan terbaru dialog dengan Iran. Mereka masih kesulitan untuk bertemua mereka meski sudah dimediasi oleh Qatar.

        Pembicaraan tersebut merupakan bagian dari upaya kedua negara mencari kesepakatan jangka panjang setelah tercapainya kerangka perdamaian sementara yang mengakhiri konflik bersenjata.

        Meski masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi, pemerintah menegaskan mereka tidak menganggap keberhasilan negosiasi sebagai satu-satunya jalan mencapai kepentingan nasional dari Amerika.

        Baca Juga: Harga Bensin Masih Kemahalan, Presiden Curiga Ada Permainan di Tengah Redanya Konflik Iran-Amerika

        Bagi Washington, keberhasilan membatasi kemampuan nuklir musuh disebut telah menjadi pencapaian utama. Karena itu, menurut Vance, baik tercapai kesepakatan baru maupun tidak, mereka mengklaim tetap berada pada posisi yang menguntungkan dibandingkan Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: