Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.950 per USD, Tertekan Defisit Perdagangan RI

        Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.950 per USD, Tertekan Defisit Perdagangan RI Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Mata uang Garuda terparkir Rp17.950 melemah 43 poin dari posisi sebelumnya di Rp17.906 per USD.

        Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan terjadi akibat pasar merespon negatif terhadap rilis data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada Mei 2026 defisit US$1,61 miliar. Defisit ini merupakan defisit pertama sejak enam tahun lalu. 

        "Kondisi defisit itu disebabkan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, yakni sebesar US$24,81 miliar, sedangkan ekspor RI US$23,20 miliar. Ini adalah defisit pertama RI sejak surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020," ujar Ibrahim kepada wartawan.

        Ibrahim menuturkan, defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit US$3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah. Adapun, dari catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16% jika dibandingkan Mei 2025. 

        BPS mencatat impor migas sebesar US$4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy. Impor nonmigas US$20,30 miliar atau naik 14,69%. Impor tahunan didorong impor non migas dengan andil 12,95%.

        Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026

        Baca Juga: Inflasi Juni 2026 Melonjak 3,34 Persen, Sektor Transportasi Kini Jadi Pemicu Utama

        Selain itu, inflasi tahunan pada Juni 2026 berada di level 3,34% (YoY). Kelompok pengeluaran makanan, perawatan pribadi, hingga transportasi menjadi penyumbang utama inflasi pada periode tersebut. 

        Realisasi inflasi ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 pada kondisi Juni 2025 menjadi 111,89 pada kondisi Juni 2026 yang menunjukkan peningkatan dalam satu tahun terakhir tetapi tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: