Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Megawati Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino, PDIP Instruksikan Kader Siaga Jaga Air dan Pangan

        Megawati Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino, PDIP Instruksikan Kader Siaga Jaga Air dan Pangan Kredit Foto: PDIP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Mei 2027 mendorong Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan seluruh struktur partai bergerak melakukan mitigasi untuk melindungi masyarakat dari potensi krisis air, pangan, hingga kebakaran hutan.

        Instruksi tersebut diputuskan dalam rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP yang dipimpin langsung Megawati di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).

        Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Eriko Sotarduga, Bintang Puspayoga, serta jajaran pengurus partai lainnya.

        Langkah cepat itu diambil setelah pemerintah memprediksi fenomena El Nino berpotensi berlangsung selama satu tahun penuh, mulai Mei 2026 hingga Mei 2027.

        Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 29 Juni 2026, anomali suhu di Samudra Pasifik tersebut diperkirakan dapat memicu kekeringan ekstrem yang berdampak pada produksi pangan nasional dan meningkatkan risiko inflasi.

        Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan hasil rapat tersebut langsung dituangkan dalam instruksi resmi kepada seluruh kader partai di berbagai daerah.

        "Dengan instruksi ini, partai menegaskan kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi potensi fenomena El Nino dan ancaman musim kemarau panjang," kata Hasto.

        Menurut Hasto, ancaman kekeringan yang diperkirakan berlangsung cukup lama menjadi alasan Megawati meminta seluruh mesin partai bergerak lebih awal sebelum dampaknya semakin meluas.

        "Ancaman nyata anjloknya pangan dan menyusutnya air akibat El Nino yang membentang setahun penuh inilah yang mendasari Ibu Megawati dan Partai bergerak cepat melakukan langkah mitigasi sedini mungkin melalui seluruh struktur partainya," ujarnya.

        Melalui Surat Instruksi Nomor 1110/IN/DPP//2026, DPP PDIP menggerakkan tiga pilar partai, yakni struktur organisasi, anggota legislatif, dan kepala daerah dari PDIP untuk menjalankan delapan langkah mitigasi di seluruh Indonesia.

        Salah satu fokus utama ialah mengedukasi masyarakat agar lebih hemat menggunakan air sekaligus membangun budaya menyimpan cadangan air melalui tandon, embung, maupun sumur resapan.

        Partai juga meminta kader memfasilitasi pembangunan sarana penampungan air bersih serta mengoptimalkan pemanfaatan mata air, sungai, dan air hujan sebagai cadangan menghadapi musim kemarau.

        Selain itu, seluruh struktur PDIP diminta memetakan daerah rawan kekeringan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar distribusi air bersih dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi darurat terjadi.

        Instruksi tersebut juga mencakup peningkatan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan melalui patroli terpadu, sosialisasi pencegahan, hingga memastikan ketersediaan sarana pemadaman.

        Di sektor pertanian, kader PDIP diminta mendukung pola tanam yang lebih adaptif terhadap kekeringan serta mengawal penyaluran bantuan kepada petani terdampak.

        Baca Juga: Ade Armando: PDIP Terus Begini, Bakal Gali Kuburnya Sendiri

        Megawati juga meminta seluruh jajaran partai ikut memantau ketersediaan dan distribusi bahan pangan guna menjaga stabilitas pasokan maupun harga di tengah potensi gangguan produksi akibat cuaca ekstrem.

        Tak hanya itu, kader PDIP diarahkan menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui kegiatan bakti sosial, termasuk distribusi air bersih dan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terdampak.

        Seluruh pelaksanaan instruksi tersebut nantinya wajib dipantau secara berkala melalui mekanisme monitoring dan evaluasi yang dilaporkan langsung kepada DPP PDIP sebagai bahan pengambilan kebijakan lanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: