Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Termasuk di Vatikan, Ini Daftar Kota Paling Panas di Eropa Karena Gelombang Panas Ekstrem

        Termasuk di Vatikan, Ini Daftar Kota Paling Panas di Eropa Karena Gelombang Panas Ekstrem Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Eropa Tengah dengan suhu udara yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius di beberapa wilayah. Kondisi tersebut memicu berbagai gangguan aktivitas masyarakat, mulai dari penutupan sekolah, pembatalan perjalanan kereta, hingga penundaan layanan rumah sakit.

        Prancis menjadi negara dengan suhu tertinggi dalam gelombang panas kali ini. Kota Bordeaux tercatat sebagai wilayah terpanas dengan suhu diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius. Sementara itu, Kota Nancy menyusul dengan suhu sekitar 42 derajat Celsius.

        Selain Bordeaux dan Nancy, sedikitnya empat kota lain diperkirakan mengalami suhu hingga 40 derajat Celsius. Dua di antaranya berada di Prancis, yakni Paris dan Toulouse. Adapun dua kota lainnya adalah Frankfurt di Jerman serta Praha di Republik Ceko.

        Cuaca panas juga melanda sejumlah kota lain di Eropa. London, Inggris, mencatatkan suhu sekitar 36 derajat Celsius. Meski lebih rendah dibandingkan sejumlah kota di Prancis, kondisi tersebut tetap menimbulkan gangguan besar karena sebagian besar jaringan kereta bawah tanah di ibu kota Inggris itu belum dilengkapi sistem pendingin udara.

        Di Vatikan, suhu udara mencapai sekitar 38 derajat Celsius. Meski demikian, ribuan umat tetap menghadiri audiensi Paus di tengah cuaca yang menyengat.

        Sementara itu, suhu terendah dalam daftar kota-kota yang terdampak gelombang panas tercatat di Kota La Chaux-de-Fonds, Swiss, dengan suhu sekitar 32 derajat Celsius. Angka tersebut setara dengan suhu siang hari yang umum terjadi di Jakarta.

        Daftar suhu di kota-kota Eropa:

        • Bordeaux, Perancis - 43°C
        • Nantes, Perancis - 42°C
        • Paris, Perancis - 40°C
        • Toulouse, Perancis - 40°C
        • Praha, Ceko - 40°C
        • Frankfurt, Jerman - 40°C
        • Madrid, Spanyol - 39°C
        • Milan, Italia - 38°C
        • Vatikan - 38°C
        • Cambridge, Inggris - 38°C
        • Cologne, Jerman - 38°C
        • Wina, Austria - 38°C
        • Brussels, Belgia - 37°C
        • London, Inggris - 36°C
        • Jenewa, Swiss - 36°C
        • La Rippe, Swiss - 32°C

        Cuaca panas ekstrem mendorong masyarakat di berbagai negara mencari cara untuk mengurangi paparan suhu tinggi, terutama di dalam rumah. Di banyak kota, warga memadati air mancur, taman, hingga pusat-pusat pendingin yang disediakan pemerintah untuk mendapatkan kesejukan.

        Baca Juga: Dicekik hingga Tewas, Ini Kronologi Pembunuhan PPPK di Bekasi yang Diawali dari Perkenalan Lewat MiChat

        Dampak gelombang panas juga dirasakan pada sektor layanan publik. Sejumlah sekolah memutuskan menutup kegiatan belajar lebih awal, perjalanan kereta dibatalkan akibat risiko gangguan operasional, dan beberapa rumah sakit menunda layanan tertentu untuk menyesuaikan kondisi cuaca ekstrem.

        Para ahli menilai gelombang panas dengan intensitas tinggi yang semakin sering terjadi merupakan gambaran baru musim panas di Eropa. Fenomena tersebut dinilai berkaitan erat dengan dampak perubahan iklim yang membuat suhu udara semakin ekstrem dari tahun ke tahun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: